← Beranda
Ribuan Warga Palestina Lari dari RS Al-Shifa, Satu-Satunya Tempat Berlindung di Gaza Selatan Kini Hancur
Nahika Billah RabbaSabtu, 11 November 2023 | 16.38 WIB
Ribuan pengungsi meninggalkan RS Al-Shifa yang merupakan satu -satunya tempat berlindung di Gaza Selatan. (Reuters)

Jawapos.com – Pasukan Militer Israel (IDF) kembali melakukan serangan ke Gaza Selatan pada Jumat (10/11) waktu setempat. Serangan kali ini menargetkan satu – satunya tempat perlindungan dan fasilitas medis di Gaza Selatan yakni Rumah Sakit Al-Shifa.

Serangan tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan  ribuan pengungsi yang telah berlindung selama berminggu-minggu, lari meninggalkan RS Al-Shifa.

Salah satu pengungsi yang lari yakni Ayman Al-Masri. Ia bergabung dengan ribuan orang untuk mencari keselamatan setelah serangan udara di  fasilitas medis tersebut.

Baca Juga: Korban Tewas di Gaza Capai 11.000 Lebih, Menlu AS Antony Blinken: Terlalu Banyak Warga Palestina Menderita

Masri telah mengungsi di RS Al-Shifa bersama ibu dan saudara perempuannya 10 hari lalu ketika ia menerima perawatan karena luka pada kakinya.

“Mereka menyerang Shifa hari ini. Semuanya  mulai berlari ke jalan dan kami datang ke sini dengan berjalan kaki,” kata Masri kepada Reuters.

Ia dan keluarganya berjalan lebih dari empat  kilometer melewati tank -tank Israel yang telah maju ke kota sebelum mendapat tumpangan. 

Baca Juga: Siap-Siap, Kisah Romansa Dilan dan Ancika dalam Film Ancika 1995 Bakal Segera Tayang di Bioskop!

"Kakiku sakit. Hari ini kami bergerak ke selatan, besok mungkin mereka mengirim kami ke utara. Ini bukan solusi. Kami menginginkan gencatan senjata,” ujarnya.

Sementara itu pihak Israel belum berkomentar mengenai serangannya ke RS Al-Shifa.

Pihaknya mengklaim tidak menargetkan warga sipil dan berupaya keras menghindari serangan terhadap mereka.

Baca Juga: Mamalia Langka Ekidna Ditemukan Kembali di Papua Setelah Sempat Dinyatakan Punah

IDF hanya mengklaim bahwa Hamas menyembunyikan pusat komando dan terowongan di bawah Al-Shifa.

Sebagai informasi, hingga saat ini,  Israel telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, jumlah korban tewas  telah mencapai 10.818 orang, bertambah lebih dari 300 orang dalam sehari.

Sementara di Tepi Barat, 175 warga  tewas oleh serangan IDF yang membabi buta.

Baca Juga: Presiden Jokowi dan Erick Thohir Kompak Sanjung Penampilan Timnas Indonesia di Laga Perdana Piala Dunia U-17

Jumlah korban tersebut mencakup lebih dari 4.412 anak-anak. 2.641 wanita dan 611 orang lanjut usia.

Pihak kementerian juga melaporkan lebih 25.000 orang lainnya terluka akibat perang ini.

Baca Juga: Bek Veteran Pepe Kembali Dipanggil Masuk Skuad Portugal

Dunia Internasional terus memberikan kecaman dan  mendesak Israel menghentikan serangan serta melakukan gencatan senjata.

Akan tetapi negara zionis tersebut menolak dengan alasan hal tersebut hanya akan membiarkan Hamas merencanakan serangan lebih matang

EDITOR: Banu Adikara