← Beranda
PM Israel Benjamin Netanyahu Menolak Gencatan Senjata yang Diminta Menlu AS Antony Blinken
Nisrina Fauziyah FahrudinSabtu, 4 November 2023 | 15.43 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken

 

JawaPos.com – Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, meminta Israel untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan dan melindungi warga sipil Palestina di Gaza, pada Jumat (3/11). Namun, Israel justru mengingatkan bahwa negaranya juga sedang berada dalam kewaspadaan tinggi terhadap potensi serangan, di daerah perbatasan dengan Lebanon.

Sejak serangan Israel terhadap Palestina yang terjadi pada Sabtu (7/10), Israel mewaspadai bahwa konflik bisa memicu pertempuran di wilayah lain.

Sebelumnya, Israel dan kelompok militan yang didukung oleh Iran, yaitu Hezbollah, telah beberapa kali saling bertukar tembakan di sepanjang perbatasan Lebanon.

Dikutip dari Huff Post pada Jumat (3/11), pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah dalam pidatonya menyatakan bahwa kelompoknya bisa dibilang telah ‘terlibat dalam pertempuran.’

Meskipun begitu, Hassan tidak secara resmi mengumumkan keterlibatan penuh Hezbollah dalam serangan Israel ke Palestina.

Sedangkan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, dalam kunjungannya yang ketiga ke Israel sejak perang dimulai, kembali mengungkapkan dukungan Amerika Serikat terhadap Israel dalam konflik.

Namun, ia juga menyoroti perlunya ‘jeda kemanusiaan’ untuk meningkatkan pengiriman bantuan kepada warga Palestina.

Blinken menyatakan perlunya peningkatan bantuan kemanusiaan untuk Gaza, terlebih lagi pada perlindungan warga sipil Palestina.

Menurutnya, tanpa tindakan tersebut, tidak akan ada pihak yang dapat dijadikan mitra untuk mencapai perdamaian.

Ia juga menekankan pentingnya mengembalikan upaya mencari solusi terbaik bagi dua negara dalam konflik Israel-Palestina tersebut.

Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam pertemuan itu menyatakan bahwa Israel menolak dilakukannya gencatan senjata sementara, mengingat sekitar 240 orangnya telah diculik oleh Hamas selama serangan terjadi.

Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan terus melanjutkan serangan militer dengan segala kekuatannya.

Sementara itu, pasukan Israel semakin memperketat pengepungan terhadap Kota Gaza, dimana wilayah itu merupakan lokasi kelompok militan Hamas berkuasa.

 

EDITOR: Kuswandi