JawaPos.com - Deklarasi Balfour adalah janji Pemerintahan Inggris untuk mendirikan negara sebagai rumah tanah air nasional bagi orang-orang Yahudi. Deklarasi yang berisi dukungan kepada komunitas Yahudi ini dirilis oleh Pemerintahan Inggris pada tahun 1917.
Pernyataan dalam Deklarasi Balfour ini disampaikan dalam bentuk surat oleh Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, Arthur Balfour.
Surat tersebut ditujukan kepada Lionel Walter Rothschild, seorang tokoh komunitas Yahudi di Inggris.
Baca Juga: Kejutan, Orbea Indonesia Borong Medali E-Bikes di MTB Trail Championship 2023
Dukungan Inggris melalui deklarasi tersebut membuat tujuan Zionis menjadi kenyataan, yakni mendirikan negara Yahudi di Palestina. Deklarasi Balfour dibuat saat terjadinya Perang Dunia I (1914-1918), tepatnya menjelang runtuhnya Kesultanan Ottoman.
Kemenangan saat Perang Dunia 1, membuat Inggris memiliki mandat untuk mengelola wilayah dari negara-negara yang kalah dalam perang.
Baca Juga: KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Meningkatnya Ketidakpastian Global
Salah satunya adalah membagi-bagi wilayah yang dulunya milik Kesultanan Ottoman.
Di dalam deklarasi tersebut, dimaksudkan sebagai gerakan orang-orang Yahudi untuk menentukan nasibnya sendiri dengan mendirikan rumah tanah air nasional.
Berikut ini terjemahan isi Deklarasi Balfour:
Baca Juga: Di Tengah Serangan Hamas dan Hizbullah, Kini Ketegangan Semakin Meningkat di Perbatasan Lebanon
Kementerian Luar Negeri Inggris,
2 November 1917
Kepada Yang Terhormat Lord Rothschild
Dengan rasa senang saya menyampaikan kepada Anda, atas nama Pemerintah Kerajaan Inggris , deklarasi yang didasarkan pada simpati untuk aspirasi Zionis Yahudi ini telah diajukan dan disetujui oleh Kabinet Perang.
Pemerintah Kerajaan Inggris memandang positif pendirian tanah air nasional untuk orang-orang Yahudi di Palestina, dan akan menggunakan usaha terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini, sebab dipahami bahwa tidak ada yang dapat menghakimi hak sipil dan agama dari komunitas non-Yahudi yang ada di Palestina, atau hak dan status politik yang dimiliki oleh Yahudi di negara lainnya.
Saya sangat berterima kasih jika Anda dapat menyampaikan deklarasi ini kepada Federasi Zionis.
Salam
Arthur James Balfour
Terdapat serangkaian alasan atas dikeluarkannya Deklarasi Balfour oleh Pemerintahan Inggris saat itu. Inggris memiliki kepentingan strategis untuk menjaga Mesir dan Terusan Suez agar tetap dalam lingkup pengaruhnya pada saat itu.
Inggris ingin menggalang dukungan dari kalangan Yahudi di Amerika Serikat, dengan tujuan dapat membantu meraih kemenangan dalam Perang Dunia 1.
Baca Juga: Ramaikan Antusiasme Piala Dunia U-17, Disabilitas di Surabaya Buat Batik Motif Sulo dan Bolo
Lobi-lobi yang kuat terjadi antara komunitas Zionis dan Pemerintahan saat itu. Bahkan beberapa pejabat di pemerintahan sendiri adalah Zionis.