Jawapos.com - Perusahaan McDonald’s Israel menyatakan memberikan dukungan berupa makanan kepada pasukan militer, rumah sakit, anggota tim penyelamat, dan warga Israel yang berada di jalur Gaza.
Pernyataan itu mengundang perhatian sejumlah masyarakat dengan menyerukan boikot produk pro Israel tersebut.
Hal ini dilakukan untuk mengkritik serangan Israel yang semakin membabi buta terhadap Palestina.
Terkait isu yang berkembang itu, McDonald’s Indonesia memberikan klarifikasinya melalui unggahannya pada akun instagram @mcdonaldsid terkait tuduhan tersebut.
Meskipun begitu, masih banyak warganet yang memberikan komentar negatif.
“Bahkan menyebut NEGARA PALESTINA AJA NGGAK giliran isra**disebut DENGAN JELAS. Keliatan banget kok keberpihakannya, gak usah berkelit deh,” komentar akun instagram @tyaliestya.
“it’s genocide. not just a conflict,” komentar akun instagram @ameliaokt_.
Tanggapan masyarakat yang buruk ini berdampak pada semakin menurunnya saham perusahaan makanan cepat saji tersebut.
Pada bulan Oktober lalu, saham McDonald’s bahkan menyentuh 246,19, angka terendah selama setahun terakhir.
Selain itu, seruan boikot produk pro Israel juga menyebabkan sepinya pelanggan pada gerai-gerai McDonald’s.
Pada beberapa video yang diunggah warganet, menunjukkan gerai makanan cepat saji tersebut tidak memiliki pelanggan.
Bahkan pada Selasa (30/10/2023) berdasarkan cuitan akun @Zer0Failed menunjukkan video dimana McDonald’s cabang kendari ditutup lantaran kebijakan store untuk keamanan sementara.
Pemboikotan produk pro Israel ini merupakan bentuk dukungan dari masyarakat sipil pada Palestina.