JawaPos.com – Israel meluncurkan tembakan yang menghantam kota-kota di Lebanon selatan pada Rabu (11/10) sebagai respon atas serangan roket yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Hizbullah, ketika kekerasan lintas batas berlanjut di hari keempat.
Pihak Hizbullah mengatakan, pihaknya telah menembakkan rudal presisi ke arah Israel akibat terbunuhnya anggota mereka dalam penembakan Israel awal pekan ini.
Hizbullah juga berjanji akan memberikan tanggapan lebih lanjut terhadap serangan di wilayah Lebanon yang dilakukan oleh Israel.
Menanggapi hal tersebut, militer Israel mengatakan telah menyerang posisi Hizbullah dengan serangan udara dan juga menyerang Lebanon.
Dilansir dari Reuters, Rabu (11/10) serangan oleh Israel ini dilakukan setelah sebuah pos militer yang berada di dekat kota Arab al-Aramshe di Israel menjadi sasaran tembakan pada hari Rabu (11/10).
Sebuah sumber dari keamanan Lebanon mengatakan Hizbullah telah menembak dua rudal presisi milik Israel yang dianggap sebagai kelompok musuh bebuyutannya.
Baca Juga: Joe Biden Kecam Aksi Hamas dan Sebut Kejahatan, Bakal Bantu Israel Kirimkan Amunisi Militer
Penduduk kota Rmeish di Lebanon mengatakan penembakan yang dilakukan Israel terjadi di dekat mereka.
Sumber keamanan mengatakan bahwa peluru artileri Israel telah mengenai titik peluncuran roket yang berada di sekitar Dhayra, seberang Arab al-Aramshe.
Warga Lebanon mengatakan kekerasan yang terjadi baru-baru ini mengingatkan mereka pada kenangan musim panas tahun 2006 ketika Hizbulla yang didukung Iran dan Israel terlibat pada perang brutal selama satu bulan.
Baca Juga: PBB Didesak Lakukan Upaya Konkret Damaikan Israel dan Palestina
Sebuah stasiun televisi lokal Lebanon menampilkan gumpalan asap putih mengepul dari dekat kawasan hitan yang dekat dengan beberapa rumah dan lahan pertanian di Dhayra.
Hizbulla dan faksi Palestina Hamas mengklaim bahwa serangan dari Lebanon tersebut mereka yang bertanggung jawab.
Hizbulla mengunggah sebuah video yang memperlihatkan penembakan peluru kendali ke arah tank Israel dan Hamas mengatakan pihaknya telah meluncurkan salvo roket dari Al-Koleilah ke Israel.
Militer Lebanon mengatakan pada hari Rabu (11/10) bahwa mereka telah menemukan platform peluncuran roket di Al-Koleilah.