JawaPos.com - Wabah Virus Nipah di India sudah tersebar dan puluhan orang mulai terjangkit dengan mengeluarkan gejala Infeksi Pernapasan Akut (ISPA).
Wabah Virus Nipah di India mulai menyebar bukan hanya baru-baru ini saja, namun sebelum ramai di tahun 2023 ini, penyakit yang disebabkan oleh hewan babi ini sudah diketahui sejak tahun 1999.
India sebagai lokasi peternakan Babi yang cukup besar, peternaknya rentan terhadap virus Wabah Nipah tertular.
Virus Nipah yang ditularkan oleh Binatang membuat orang yang berkontak langsung dengan hewan sangat rentang terkena Virus Nipah.
Dilaporkan dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) infeksiemerging.kemkes.go.id mengelompokkan pekerja yang rentan terkena Virus Nipah.
Pekerja tersebut antara peternak babi lainnya, yang populasinya dekat dengan kelelawar buah
Para pekerja pembuat gula merah yang setiap harinya mengumpulkan air nira juga rawan. Lantaran dekat dengan buah yang disukai dengan kelelawar.
Bukan hanya orang umum, pegawai kesehatan yang bersentuhan dengan hewan ternak saat melakukan pengecekan juga rentan terkena Virus Nipah.
Virus Nipah yang diteliti oleh petugas Laboratorium, menyebabkan pengiriman itu memiliki potensi lebih tinggi Virus Nipah menular ke Tubuhnya.
Anggota Keluarga yang terkena infeksi Virus Nipah, penyebarannya akan mudah terhadap saudaranya yang merawatnya.
Begitu mudahnya Virus Nipah menyebar ke Manusia, sehingga perlu dilakukan pencegahan.
Dikutip dari laman Kemenkes RI infeksiemerging.kemkes.go.id penanganan agar tidak terjangkit virus mudah tidaklah sulit.
Cara pertama yang harus dilakukan terutama bagi pekerja pencari nira, usahakan tidak meminumnya secara langsung
Bagi yang sedang mengidam buah, usahakan untuk mengupas terlebih dahulu kemudian dicuci dengan air bersih sebelum dimakan.
Buah yang terkena gigitan kelelawar memang enak karena sudah dimasak, tetapi agar terhindar dari penyebaran virus maka usahakan untuk membuangnya.
Pemilik hewan ternak, salah satunya Babi mencoba menghindari kontak langsung dengan binatang itu sebagai langkah awal pencegahan Virus Nipah menyebar ke manusia.
Pemotong Hewan Babi yang memang kontak langsung dengan binatang ternak, usahakan menggunakan sarung tangan agar lebih terjaga kontak lebih lama dengan daging yang sudah disembelih.
Petugas Kesehatan yang melakukan uji wabah Virus Nipah mencoba melakukan uji lab dengan baik dan benar dengan alat pelindung diri yang tepat.
Saat mengonsumsi daging ternak, masak dengan matang agar tidak berbagai penyanyi mati saat proses memasak, salah satunya Virus Nipah.
Penerapan hidup bersih sangat dianjurkan terutama saat bersing, agar virus tidak menyebar ke orang disekitarnya.