JawaPos.com – Saat Perang Dunia II pecah, kubu Sekutu, Jerman, dan Jepang berlomba-lomba dalam membuat senjata dan strategi yang mutakhir. Salah satu yang paling dikenang sepanjang sejarah adalah penggunaan bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945.
Penggunaan bom atom tersebut menjadi penanda dari berakhirnya Perang Dunia II karena Jepang mengaku kalah dari Sekutu. Ledakan tersebut menyebabkan kematian seketika bagi ribuan orang Jepang. Sedangkan ribuan lainnya meninggal karena luka-luka dan efek radiasi yang berkepanjangan.
Proses penemuan bom atom membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar empat tahun. Julius Robert Oppenheimer, ilmuwan asal Amerika Serikat dan tim ilmuwan lainnya bertanggung jawab atas penemuan bom atom pertama kali. Proyek pembuatan tersebut dikenal dengan sebutan Proyek Manhattan.
Baca Juga: BPKH-Kemenag Kaji Kenaikan Setoran Awal Haji Jadi Rp 35 Juta
Proyek Manhattan adalah proyek rahasia yang dilaksanakan oleh Amerika Serikat selama Perang Dunia II untuk mengembangkan senjata nuklir, terutama bom atom. Proyek ini dinamai berdasarkan kota Manhattan di New York, tempat kantor pusat proyek tersebut berada. Tujuan utama proyek ini adalah untuk mengembangkan bom atom sebelum Jerman Nazi atau negara-negara musuh lainnya berhasil melakukannya.
Proyek ini dimulai pada tahun 1939 dan dipimpin oleh J. Robert Oppenheimer. Salah satu lokasi utamanya adalah Laboratorium Nasional Los Alamos di New Mexico, di mana para ilmuwan dan teknisi bekerja keras untuk merancang dan mengembangkan bom atom. Diperkirakan, proyek ini menghabiskan biaya sekitar 2 miliar dolar pada masa itu, yang setara dengan puluhan miliar dolar pada nilai saat ini.
Baca Juga: Tak Mau Tahu Cinta Mega Slot atau Games, Ketua DPD PDI-P: Kita Udah Pecat, Cukup kan?
Pada tanggal 16 Juli 1945, uji coba bom atom pertama dilakukan. Dikenal dengan sebutan "Trinity Test," uji coba tersebut dilakukan di Alamogordo, New Mexico, dan membuahkan hasil yang memuaskan. Keberhasilan ini menandakan Proyek Manhattan yang dikepalai Oppenheimer telah usai, bom atom berhasil ditemukan. Belum genap satu bulan, bom atom dijatuhkan dan memusnahkan penduduk Kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.
Oppenheimer menghadapi dilema pribadi atas perannya dalam pengembangan bom atom. Secara tidak langsung, Ia juga menyadari potensi kehancuran yang ada pada bom atom. Oppenheimer merasa bertanggung jawab atas penggunaan senjata nuklir yang begitu destruktif dan menyatakan penyesalannya atas pengaruhnya pada perkembangan senjata nuklir.
Baca Juga: Ingin Buah Hati Makin Cerdas, Berikut Makanan untuk Pertumbuhan Otak Anak
Pascaperang, Amerika Serikat mulai membangun program senjata nuklir dan berusaha untuk mengawasi teknologi nuklir secara ketat. Oppenheimer sendiri menjadi penasihat pemerintah AS dalam masalah keamanan nasional dan pengembangan senjata nuklir.
Oppenheimer mendapat penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat atas keberhasilannya memimpin Proyek Manhattan dan mengembangkan bom atom. Oppenheimer diberikan penghargaan berupa Medal of Merit pada tahun 1946.
Baca Juga: Resmikan Mangrove Surabaya, Megawati Nostalgia Perjuangan Mendirikan Kebun Raya
Karir Oppenheimer mulai tenggelam usai dugaan hubungannya dengan komunis pada tahun 1954. Oppenheimer dicabut izin keamanannya oleh pemerintah Amerika Serikat dan dilucuti dari program senjata nuklir.
Meskipun Ia tetap aktif sebagai ilmuwan dan konsultan, pencabutan izin keamanan membuatnya kehilangan akses ke proyek-proyek senjata nuklir dan berdampak pada perannya dalam urusan kebijakan nuklir. Hal ini menjadi kontroversi dan diperdebatkan oleh berbagai pihak, dengan beberapa mengkritiknya sebagai tindakan politik yang tidak adil.
Baca Juga: Wamenkumham Jamin KUHP Baru Beri Kepastian Hukum Bagi Pencari Keadilan
Pada tahun 1963, pemerintah Amerika Serikat memberikan Enrico Fermi Award kepada Oppenheimer sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam fisika, meskipun izin keamanannya tidak pernah dikembalikan secara resmi.
Pada tahun 2014, Departemen Energi Amerika Serikatsecara resmi memulihkan nama baiknya dan mengakui pentingnya peran Oppenheimer dalam pengembangan senjata nuklir serta kontribusinya dalam bidang fisika dan keamanan nasional.