JawaPos.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa militer Turki telah menewaskan pemimpin kelompok negara Islam (Daesh/ISIS) dalam sebuah operasi intelijen di Syria pada Sabtu (29/4) lalu.
Erdogan mengatakan bahwa Badan Intelijen Nasional (MIT) telah sejak lama memburu pemimpin Daesh yang memiliki nama sandi Abu Hussein al-Qurayshi.
"Ini pertama kalinya saya katakan di sini. Orang ini telah dimusnahkan dalam sebuah operasi yang dilakukan MIT kemarin," kata Erdogan dalam wawancara langsung di siaran Turki, TRT Turk, Minggu (30/4).
"Kami akan terus melanjutkan perjuangan kami melawan organisasi-organisasi teroris tanpa diskriminasi," kata Erdogan menambahkan.
Pada 2013, Turki menjadi negara pertama yang menyatakan bahwa Daesh/ISIS merupakan organisasi teroris.
Turki telah beberapa kali menjadi target serangan kelompok teror. Sekitar 300 orang terbunuh serta ratusan lainnya luka-luka dalam sedikitnya 10 insiden bom bunuh diri, tujuh serangan bom, dan empat penyerangan bersenjata.
Turki lantas merespons serangan-serangan tersebut dengan meluncurkan operasi antiteror. Baik di dalam negeri maupun luar negeri, guna mencegah serangan lanjutan.
Seperti diketahui, Al-Qurayshi ditunjuk menjadi pemimpin ISIS pada November 2022. Dia meneruskan pemimpin sebelumnya, Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi, yang tewas di Syria.