JawaPos.com - Perusahaan obat Tiongkok Sinovac Biotech mengklaim sejauh ini tidak ada kelainan terkait vaksin Covid-19 yang telah dipantau pada lansia di atas 60 tahun. Sinovac sudah memantau pelaksanaan vaksinasi massal di Tingkok dan luar negeri.
Dilansir dari CGTN, Minggu (28/3), Juru bicara Sinovac Liu Peicheng mengatakan vaksin CoronaVac yang dikembangkan oleh perusahaan telah disetujui untuk digunakan di hampir 30 negara termasuk Tiongkok, Brasil, Turki dan Chili, Indonesia. Liu mengatakan di beberapa negara, lansia berusia di atas 60 telah diberikan prioritas untuk vaksin.
Menurutnya, kejadian efek samping pada lansia setelah mendapatkan vaksin di antara orang yang berusia lebih dari 60 tahun serupa dengan pada orang dewasa. Sesuai dengan fase-1 dan fase- 2 percobaan di Tiongkok dan hasil vaksinasi massal di negara lain.
Baca Juga: Tetap Terima Vaksin Sinovac tapi Belum Diizinkan, Ini Alasan Singapura
Rencana inokulasi Covid-19 Tiongkok hanya mencakup orang-orang berusia antara 18 dan 59 tahun pada awalnya. Tetapi beberapa daerah di negara itu telah mulai memvaksinasi warga yang berusia lebih dari 60 tahun dalam keadaan sehat, menurut He Qinghua, seorang pejabat senior dari Komisi Kesehatan Nasional (NHC).
Dia mengatakan negara itu akan memulai peluncuran vaksin skala besar di antara para lansia setelah data uji klinis yang cukup membuktikan kemanjuran dan keamanan vaksin. Itu berarti 254 juta lansia Tiongkok berusia di atas 60 tahun akan diikutsertakan dalam kampanye vaksinasi Covid-19 secara nasional.
Sejauh ini Tiongkok telah memberikan lebih dari 82,84 juta dosis vaksin Covid-19. Tiongkok juga memiliki 3 vaksin yakni Sinovac, Sinopharm, dan CanSino.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=rW0gsjubesY