JawaPos.com - Di antara benua lain, Asia merupakan yang terbesar sekaligus paling berkembang. Jumlah penduduknya pun merupakan yang terbanyak. Namun, hal itu tidak diimbangi cadangan air yang cukup. Persebarannya tidak merata. Bahkan, dari data Japan Times, cadangan air bersih di Asia diperkirakan hanya cukup hingga 2050.
Untuk menyediakan air bersih di daerah yang sulit diakses maupun kering, organisasi nonprofit Lien AID merilis program Water is Luxury alias air adalah sebuah kemewahan. Organisasi yang bermarkas di Singapura tersebut merilis produk air minum premium O (Eau) pada Desember lalu. Tiap botol O berukuran standar botol wine dijual USD 1.260 (Rp 11,8 juta).
’’Tiap hasil penjualan bakal kami distribusikan ke daerah yang sulit mengakses air bersih. Dana itu akan diwujudkan dalam bentuk fasilitas pengolahan air,’’ jelas juru bicara Lien AID dalam situs resmi mereka. Pihaknya mengungkapkan, untuk mendukung tampilan tersebut, O dikemas dengan desain spesial. Botolnya berbahan kaca dengan lapisan doff hitam. Tutupnya berupa gabus atau cork, mirip dengan wine.
Meski begitu, tidak sedikit yang pesimistis terhadap ide air minum mahal itu. Sebab, air bersih di Singapura sangat berlimpah. Bahkan, air keran di rumah-rumah maupun di beberapa fasilitas umum bisa dikonsumsi segera tanpa harus direbus. (fam/c5/ayi/tia)