JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan investigasi dan audit struktur bangunan lain pondok pesantren. Langkah itu dilakukan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menuturkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, BNPB juga akan mendampingi seluruh asesmen semua bangunan yang ada. "Tujuannya agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari," paparnya.
BNPB pun akan melakukan sterilisasi lokasi kejadian dari sisa-sisa temuan jenazah, limbah maupun zat-zat yang berbahaya. Upaya itu dimulai dari disinfeksi dan pembersihan lingkungan agar tidak mencemari sekitar area. "Proses ini akan dilakukan mulai Rabu oleh Dinas Kesehatan setempat dan Pusat Krisis Kesehatan," ujarnya.
Bahkan, tim juga akan meninjau kembali tempat pembuangan puing dengan tujuan mencari obyek potongan tubuh manusia yang bisa jadi terbawa oleh truk pengangkut sampai titik akhir pembuangan. Dengan selesainya pembersihan puing yang sejalan dengan berakhirnya operasi SAR, maka rencana tindak lanjut memasuki fase peralihan menuju pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Peran itu akan diserahkan BNPB kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Namun pada dasarnya, BNPB akan tetap melakukan pendampingan. "Setelah transisi ini, kita akan serahkan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Namun BNPB akan tetap mendampingi," jelas Budi. (idr)