← Beranda
Siapakah Andrea Bocelli? Penyanyi Opera Dunia yang Konsernya di Indonesia Dipersoalkan
Rian Alfianto• Rabu, 14 Oktober 2026 | 23.28 WIB
Andrea Bocelli tampil selama Penghargaan Grammy Latin tahunan ke-24 di Seville, Spanyol. (Jose Breton /Jose Breton/Invision/AP).

 

 

JawaPos.com - Andrea Bocelli merupakan penyanyi tenor asal Italia yang dikenal luas lewat lagu Time to Say Goodbye dan The Prayer. Namun, rencana dua konsernya di Indonesia pada 31 Oktober dan 3 November 2026 menuai polemik setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan pertunjukan tersebut karena rekam jejaknya yang berkaitan dengan Israel.

Desakan itu disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Sudarnoto Abdul Hakim. Dua hal yang menjadi perhatian adalah penampilan Bocelli dalam gala penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada 2010 dan konsernya di Tel Aviv pada 2022.

Di tengah polemik tersebut, sejumlah informasi mengenai Bocelli beredar di media sosial, termasuk klaim bahwa dirinya turut mendanai persenjataan yang digunakan dalam serangan di Gaza. Namun, sejumlah catatan yang tersedia perlu dilihat berdasarkan konteks dan bukti yang mendukungnya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap Penyebab Antrean Panjang BBM di Bali

Andrea Bocelli, Tenor Italia yang Mendunia

Andrea Bocelli lahir pada 22 September 1958 di Lajatico, Tuscany, Italia. Ia dikenal sebagai penyanyi tenor yang memadukan musik klasik, opera, dan pop, sehingga mampu menjangkau pendengar di luar kalangan penggemar opera.

Namanya semakin dikenal secara internasional melalui lagu Con te partirò, yang kemudian populer dalam versi duet berbahasa Inggris berjudul Time to Say Goodbye bersama Sarah Brightman. Lagu The Prayer, yang dibawakannya bersama Celine Dion, juga menjadi salah satu karya yang melekat dengan perjalanan kariernya.

Meski mengalami kebutaan sejak usia 12 tahun akibat komplikasi glaukoma setelah kecelakaan saat bermain sepak bola, Bocelli tetap mengembangkan kemampuan musiknya. Ia kemudian meraih pengakuan internasional melalui berbagai album, konser, dan kolaborasi dengan musisi dari beragam genre.

Sepanjang kariernya, Bocelli tampil di berbagai negara dan dalam acara internasional. Rekam jejak pertunjukan lintas negara inilah yang juga menjadi konteks penting untuk memahami polemik konsernya di Indonesia.

Pernah Tampil di Gala Penggalangan Dana untuk FIDF

Arsip Jewish Journal mencatat Bocelli tampil dalam gala tahunan FIDF wilayah barat di Century City, Los Angeles, pada 9 Desember 2010.

Dalam acara tersebut, ia membawakan sejumlah lagu, termasuk The Prayer dan Time to Say Goodbye. Musisi David Foster dan penyanyi Katharine McPhee juga tercatat sebagai penampil.

FIDF merupakan organisasi yang menggalang dukungan bagi tentara Israel. Karena itu, keterlibatan Bocelli sebagai pengisi acara menjadi salah satu dasar munculnya kritik terhadap dirinya.

Namun, terdapat perbedaan antara tampil dalam sebuah acara penggalangan dana dan memberikan sumbangan pribadi kepada organisasi penyelenggara.
Catatan yang tersedia mengkonfirmasi kehadiran Bocelli sebagai penampil. 

Sementara itu, belum ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa ia secara pribadi menyumbangkan uang kepada FIDF, termasuk mengenai jumlah sumbangan yang diklaim dalam sejumlah unggahan media sosial.

Baca Juga: Tim Advokasi Febrie Adriansyah Ungkap 22 Kejanggalan Dakwaan JPU

Dengan demikian, klaim bahwa Bocelli secara langsung menyalurkan donasi kepada militer Israel tidak dapat dipastikan berdasarkan arsip yang tersedia.

Konser di Tel Aviv dan Kunjungan ke Yerusalem

Pada 8 Juni 2022, Bocelli menggelar konser di Bloomfield Stadium, Tel Aviv, bersama Israel Philharmonic Orchestra. Pertunjukan tersebut dihadiri lebih dari 20.000 penonton dan menjadi penampilan pertamanya di Israel dalam 11 tahun.

Sehari setelah konser, pada 9 Juni 2022, Bocelli mengunjungi Kota Tua Yerusalem bersama keluarga dan rekan-rekannya. Foto dirinya di Tembok Ratapan yang beredar di media sosial merupakan dokumentasi asli.

Namun, kunjungan itu tidak hanya mencakup Tembok Ratapan. Bocelli juga mendatangi Gereja Makam Kudus dan sejumlah situs bersejarah lainnya di kawasan Kota Tua Yerusalem.

Konteks tersebut penting karena foto kunjungan ke satu lokasi kerap beredar tanpa penjelasan mengenai rangkaian perjalanan Bocelli selama berada di Yerusalem.

Saat mengunggah dokumentasi konser Tel Aviv melalui akun Facebook resminya pada 10 Juni 2022, tim Bocelli menyertakan pernyataan, “We stand for PEACE. Any political comment will be deleted.”

Pernyataan tersebut berarti pihaknya menyatakan berdiri untuk perdamaian dan akan menghapus komentar politik. Meski demikian, pernyataan itu tidak dengan sendirinya menjelaskan sikap Bocelli terhadap setiap kebijakan atau tindakan militer Israel.

Benarkah Andrea Bocelli Mendukung Serangan di Gaza?

Klaim lain yang beredar di media sosial menyebut Bocelli turut membiayai bom dan rudal yang digunakan dalam serangan di Gaza. Tulisan opini yang menyebarkan tuduhan tersebut tidak menyertakan sumber, data, maupun dokumen yang membuktikan adanya pendanaan langsung dari Bocelli.

Tuduhan itu tampaknya ditarik dari keterlibatannya dalam gala FIDF pada 2010. Namun, kehadiran sebagai pengisi acara tidak otomatis membuktikan seseorang memberikan sumbangan pribadi, apalagi mendanai persenjataan yang digunakan dalam operasi militer bertahun-tahun kemudian.

Baca Juga: SM+ Akuisisi 5 Data Center PDG, Total Jaringan Kini Capai 31 Fasilitas

Penelusuran terhadap akun media sosial resmi dan wawancara Bocelli yang menjadi dasar informasi ini juga tidak menemukan pernyataan yang secara eksplisit mendukung operasi militer Israel di Gaza.

Di sisi lain, pada Juli 2026, Bocelli tampil bersama paduan suara anak-anak dari wilayah terdampak konflik dalam Canticle of Peace, sebuah doa bersama untuk perdamaian dunia yang dipimpin Paus Leo XIV di Castel Gandolfo.

Keterlibatan dalam acara bertema perdamaian tersebut menjadi bagian lain dari rekam jejak publik Bocelli. Namun, kegiatan itu juga tidak cukup untuk menyimpulkan seluruh pandangan politiknya.

Dua Konser Andrea Bocelli di Indonesia Menuai Polemik

Polemik mengenai rekam jejak Bocelli muncul menjelang rencana dua pertunjukannya di Indonesia. Ia dijadwalkan tampil di kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan di Jakarta pada 3 November 2026.

Desakan MUI agar pemerintah membatalkan kedua konser tersebut berkaitan dengan keterlibatannya dalam gala FIDF dan penampilannya di Tel Aviv. Kedua peristiwa itu menjadi dasar kritik terhadap keputusan menghadirkan Bocelli di Indonesia di tengah konflik Israel-Palestina.

Di sisi lain, penilaian terhadap rekam jejak Bocelli perlu membedakan fakta yang terdokumentasi, konteks kegiatan, dan tuduhan yang belum memiliki bukti pendukung.

Penampilannya dalam gala FIDF pada 2010 dan konser di Tel Aviv pada 2022 tercatat dalam arsip. Namun, klaim bahwa ia secara pribadi mendanai persenjataan Israel belum didukung bukti yang tersedia.

Perbedaan tersebut menjadi penting bagi publik untuk memahami polemik konser Andrea Bocelli secara utuh, tanpa mencampuradukkan keterlibatan dalam suatu acara dengan tuduhan mengenai pendanaan militer.

EDITOR: Sabik Aji Taufan