JawaPos.com – Penyanyi Olivia Rodrigo akhirnya buka suara terkait kontroversi gaun babydoll yang dikenakannya dalam sejumlah penampilan panggung terbaru.
Dilansir dari laman Hola pada Sabtu (30/5), Busana bermotif bunga dengan model pendek dan lengan mengembang tersebut menjadi sorotan setelah penampilannya di Barcelona viral di media sosial.
Sebagian penggemar memuji gaya vintage yang ditampilkan, sementara pihak lain menilai busana itu terlalu kekanak-kanakan dan tidak pantas.
Baca Juga: Penampilan Olivia Rodrigo dengan Gaun Babydoll dalam Promo 'Drop Dead' Banjir Kritik Publik
Dalam wawancara di Popcast The New York Times, Rodrigo menolak kritik terhadap pilihan busananya tersebut. Ia menilai reaksi negatif yang muncul terasa tidak konsisten, mengingat dirinya pernah tampil dengan pakaian lebih terbuka tanpa dianggap bermasalah.
Menurut Rodrigo, gaun babydoll justru membuatnya merasa nyaman dan percaya diri ketika tampil di atas panggung.
Rodrigo juga menyinggung persoalan budaya yang lebih luas terkait cara perempuan muda dipandang oleh masyarakat. Ia menilai perempuan kerap dibebani tanggung jawab atas cara orang lain memandang tubuh mereka secara seksual.
Penyanyi berusia 23 tahun itu menegaskan bahwa pilihan berpakaian tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menyalahkan perempuan atas tindakan tidak pantas dari orang lain.
Lebih lanjut, Rodrigo menjelaskan bahwa gaun babydoll yang dikenakannya bukan dimaksudkan untuk menampilkan kesan polos maupun seksual.
Rodrigo mengaku terinspirasi oleh musisi perempuan alternatif era 1990-an, seperti Courtney Love dan Kathleen Hanna, yang memadukan unsur feminin dengan gaya pemberontakan punk.
Estetika tersebut, menurut Rodrigo, menjadi bentuk ekspresi diri sekaligus kritik terhadap pandangan tradisional tentang feminitas.
Kontroversi gaun babydoll ini juga kembali memunculkan diskusi mengenai makna budaya di balik gaya berpakaian perempuan. Sejumlah pengamat mode menyebut busana bernuansa feminin, seperti pita, renda, dan siluet boneka, sering kali menerima kritik lebih keras dibandingkan gaya berpakaian maskulin.
Pernyataan Rodrigo pun memicu dukungan luas dari penggemar yang menilai dirinya berani menyoroti standar ganda terhadap perempuan muda dalam dunia hiburan.