← Beranda
Prilly Latuconsina Ungkap Kisah Guru Inspiratif di Daerah Terpencil yang Layak Mendapat Fasilitas Negara
Risma Azzah FatinSelasa, 2 September 2025 | 17.31 WIB
Prilly Latuconsina tengah mengajar di SD Inpres Soe Un Desa Kuatae, NTT. (Instagram @prillylatuconsina96)

JawaPos.com – Aktris muda Indonesia, Prilly Latuconsina, kembali menyita perhatian publik melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya. 

Dalam unggahan tersebut, Prilly membagikan pengalaman berharga ketika terjun langsung memberikan pengetahuan dan dukungan kepada anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prilly menuliskan kisah inspiratif mengenai sejumlah guru di berbagai daerah terpencil di Indonesia yang terus berjuang mengajar meski dihadapkan pada keterbatasan. 

Baca Juga: Prilly Latuconsina Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Pengaruhi Festival Film Indonesia

Prilly menyebut bahwa para pendidik inilah yang seharusnya memperoleh aliran pajak rakyat dan fasilitas negara yang layak.

Salah satu kisah datang dari Andas, seorang guru di Sorong. Ia bersama murid-muridnya rela menempuh perjalanan selama dua jam menggunakan kapal agar dapat tiba di sekolah. 

Bahkan, demi memperoleh jaringan internet untuk kegiatan belajar, mereka harus kembali naik kapal menuju titik tertentu.

Baca Juga: Hindari Cemburu, Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal Saling Menjaga

Kisah lain hadir dari Orlince Bili yang mengajar di Sumba Barat. Demi memenuhi kebutuhan belajar, ia rela menjual ayam dan barang-barang pribadinya untuk membeli buku bagi anak didiknya. 

Kondisi sekolah tempatnya mengajar pun jauh dari kata layak, tetapi semangat belajar tetap terpancar dari para siswa.

Perjuangan serupa juga dilakukan oleh Sofianti di Matantimali. Setiap hari, ia harus mempertaruhkan nyawa dengan menempuh jalur pegunungan serta hutan pedalaman demi hadir di kelas. 

Tidak hanya mengajar, ia juga menyediakan sarapan untuk murid-muridnya agar mereka tetap bersemangat menuntut ilmu.

Menurut Prilly, para guru dan murid di daerah terpencil itu tidak pernah mengeluh meski fasilitas sekolah sangat terbatas. 

Bahkan, ketika ditanya mengenai cita-cita, para siswa tetap menjawab penuh semangat dengan impian menjadi dokter, perawat, pemain sepak bola, hingga astronot.

Melalui unggahan tersebut, Prilly mengungkapkan rasa kagumnya terhadap optimisme anak-anak di pelosok negeri. 

Prilly juga turut berharap agar senyum tulus mereka tidak padam, dan setiap mimpi yang tampak mustahil suatu hari dapat terwujud. “Cepat pulih, Indonesiaku,” tulis Prilly menutup keterangannya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho