JawaPos.com - Youtuber asal Korea Selatan, Pyo Ye Rim mendapat perhatian publik setelah mengaku menjadi korban kekerasan semasa SD hingga SMA.
Mengejutkannya lagi, Pyo Ye Rim kini ditemukan tewas di sumber air di Busanjin-gu, Busan, Selasa (10/10) sore.
Sebelum meninggal dunia, Pyo Ye Rim memposting video di akun Youtubenya dan mengeluhkan bahwa ia pernah dibuntuti oleh seorang Youtuber.
Usut punya usut, Youtuber tersebut kini mengklaim bahwa video bullying yang di sampaikan Pyo Ye Rim di masa sekolah tidak benar.
Selain itu, Pyo Ye Rim juga mengaku sering diserang secara pribadi oleh produser channel Youtube yang mengkritik kisahnya tersebut.
Dikutip JawaPos.com dari Naver, pasca tewasnya Pyo Ye Rim, akun Youtube tersebut memposting pernyataan untuk mendoakan agar Pyo Ye Rim beristirahat dalam damai.
Selanjutnya, akun Youtube tersebut mengatakan telah mengambil tindakan hukum karena klaim sepihak yang dilakukan oleh Pyo Ye Rim mengenai tindakan mereka.
Pyo Ye Rim dikatakan, telah memfitnah akun Youtube tersebut dengan kebohongan dan fakta lain yang tidak benar, dan tidak masuk akalnya klaim bahwa mereka telah membuntuti Pyo Ye Rim.
Baca Juga: Korban Bully dan YouTuber asal Korea Selatan, Pyo Ye Rim Mengakhiri Hidupnya
“Pyo Ye Rim mungkin merasa tertekan oleh proses hukum yang dijalani kemudian mengambil pilihan ekstrim (untuk mengakhiri hidup),” ujar mereka.
Kasus bullying terhadap Pyo Ye Rim viral di Korea Selatan setelah dikatakan sebagai versi asli dari drama Korea The Glory yang mengangkat tema bullying.
Pyo Ye Rim dikatakan benar-benar mengalami bullying sejak SD hingga SMA atau selama 12 tahun bersekolah oleh sekelompok geng beranggotakan empat orang murid perempuan.
Sementara itu, channel Youtube Caracula Detective Agency yang selama ini menangani kasus kekerasan sekolah yang dialami Pyo Ye Rim mengatakan akan memastikan ada orang yang bertanggung jawab atas meninggalnya Pyo Ye Rim.
Mereka juga memastikan akan mencari orang yang bertanggung jawab tersebut hingga ke ujung dunia karena telah memaksa seseorang membuat pilihan ekstrim seperti ini.
Dilaporkan bahwa polisi saat ini sedang menyelidiki keadaan sebenarnya seputar kematian Pyo Ye Rim pada orang-orang terdekat dan di sekitarnya.***