← Beranda
3 Rahasia Fatima: Kisah Tiga Anak yang Mendapatkan Pesan dan Penglihatan Hebat dari Sang Bunda Maria
Alberta Dionny Natanuel• Rabu, 14 Oktober 2026 | 05.00 WIB
Foto patung Bunda Maria sedang menggendong Bayi Yesus (Pexels)

 

 

JawaPos.com - Gereja Katolik memiliki sejarah yang sangat panjang, entah itu tercatat atau tidak. Namun di dalam dokumentasi, tercatat banyak sekali hal-hal misterius yang tidak bisa dijelaskan secara logis. 

Kebanyakan peristiwa-peristiwa itu disebut dengan mukjizat rohani. Sebagian besar kejadian disebarkan kepada umat untuk membuktikan keajaiban dan besarnya kuasa Tuhan. Namun, ada pula hal-hal yang disembunyikan. 

Macam-macam hal yang disembunyikan ini belum tentu aib, tapi suatu hal yang dapat mempengaruhi masa depan gereja dan iman apabila diketahui oleh orang-orang umum. Terutama tanpa pengetahuan mendalam mengenai gereja. 

Salah satunya adalah Tiga Rahasia Fatima, tiga ramalan dan penglihatan mengenai mala petaka yang diterima oleh tiga anak-anak penggembala asal Portugis. 

Baca Juga: Mengenal Bulan Maria: Tradisi Berabad-abad Menghormati Sang Bunda dalam Gereja Katolik

Penampakan Sang Bunda

Dilansir dari Catholic, pada tahun 1917, di Fatima, Portugal, tiga anak-anak melihat penampakan Bunda Maria di sebuah gua. Penampakan ini terjadi di Cova da Iria, kepada Lucia dos Santos dan dua sepupunya, Fransisco dan Jacinta Marto. 

Kepada ketiganya, Bunda Maria mengenalkan dirinya sebagai Bunda Rosario, sebagai penekanan akan pentingnya doa, terutama Doa Rosario. 

Sang Bunda memberikan pesan-pesan yang muncul dengan latar belakang Perang Dunia I, sebuah periode dalam sejarah penuh dengan penderitaan. Bunda Maria memperingatkan bahwa tanpa pertobatan, umat manusia akan menghadapi cobaan yang jauh lebih berat. 

Ia mendesak anak-anak itu untuk berdoa demi pertobatan orang-orang berdosa serta melakukan pengorbanan demi keselamatan jiwa orang berdosa. 

Maria juga meminta untuk dibangunkan kapel untuk menghormatinya. Sekarang disana dibangun Basilika Ratu Fatima di Portugal yang sering menjadi destinasi peziarahan para umat Katolik.

Penglihatan-Penglihatan

Dilansir dari Loja Esperanca, ketiga anak-anak itu menjelaskan apa yang mereka lihat dari enam penampakan Bunda Maria. Melalui penampakan-penampakan, Maria memberikan tiga rahasia. 

Rahasia Pertama bisa dikatakan sebagai rahasia paling mengerikan, namun sangat penting bagi kita untuk memahaminya. 

Pada tanggal 13 Juli 1917, Bunda Maria memperlihatkan sesuatu yang sangat mengerikan kepada ketiga anak. 

Seolah-olah Bumi terbelah, anak-anak ini melihat apa yang digambarkan oleh teologi Katolik sebagai neraka. Sebuah tempat yang dipenuhi oleh setan-setan dan jiwa-jiwa terkutuk dan menderita oleh siksaan api. 

Lucia menceritakan bahwa ia dan sepupu-sepupunya sangat ketakutan terhadap apa yang mereka lihat sampai-sampai mereka menangis keras. Bunda Maria kemudian menenangkan mereka, dan menjelaskan bahwa mereka melihat hal itu agar mereka tahu konsekuensi dari dosa. 

Rahasia kedua diungkapkan kepada mereka segera setelah itu. Para teolog berpendapat bahwa pesan ini sangat penting bagi masa modern. 

Bunda Maria menjelaskan bahwa Allah menjanjikan kedamaian di atas Bumi, tapi hanya ketika dunia dapat berdevosi penuh kepada Hari Tak Bernoda, khususnya Rusia. 

Pada anak-anak tersebut menerima pesan-pesan ini, pada saat itu Rusia sedang dilanda pergolakan revolusi. Kaum Bolshevik mengambil alih kekuasaan dan melakukan penindasan sistematis terhadap agama. 

Bunda Maria menunjuk Rusia sebagai bangsa yang sangat penting dimana nasib rohaninya akan membawa dampak berskala besar. Ia menjanjikan bahwa jika Rusia berserah kepada Hari Tak Bernoda-nya dan bertobat, maka perdamaian dunia akan dianugerahkan. 

Ia juga memperingatkan bahwa jika tidak terjadi, Rusia akan menyebarluaskan kesesatannya ke seluruh dunia, yang berujung pada peperangan dan penindasan terhadap gereja. 

Dan benar saja, Uni Soviet segera menyebarluaskan ideologi komunisme dan jutaan orang mengalami persekusi akibat kepercayaan mereka. 

Baca Juga: Mengenal Santo Andreas Kim Taegon (1821-1846) dan Martir-Martir Asal Korea Lainnya, Mengetahui Bagaimana Agama Katolik Memasuki Korea

Rahasia Ketiga diberikan namun dirahasiakan oleh gereja lama sekali, hingga akhirnya diungkapkan pada tahun 2000. Lucia menuliskannya di sebuah surat tersegel dan menginstruksikan bahwa surat itu hanya bisa dibuka setelah tahun 1960. 

Pada 13 Mei 2000, Paus Yohanes Paulus II akhirnya mempublikasikan Rahasia Ketiga pada peringatan 83 tahun penampakan Bunda Maria Fatima. 

Pada penglihatan ketiga ini, mereka melihat gereja yang mengalami persekusi kejam. Lucia menceritakan adanya seorang uskup berpakaian putih, berjalan di sebuah lahan penuh dengan mayat-mayat banyak pastor. Sang uskup kemudian dibunuh oleh seorang tentara yang menembakkan senapan dan panah. 

Penglihatan ini tidak diartikan sebagai kejatuhan gereja, namun sebagai ujian bagi gereja. Lucia mengartikan kematian sang uskup sebagai kemenangan bukan kekalahan. 

Gereja juga mengartikannya sebagai penderitaan gereja dalam dunia modern nantinya, dan berhubungan dengan percobaan pembunuhan Paus Yohanes Paulus II yang terjadi pada 13 Mei 1981. 

Kehidupan Akhir Ketiga Anak

Dilansir dari Fatima, sayangnya dari ketiga anak-anak, hanya satu yang beranjak dewasa. 

Fransisco yang lahir pada 11 Juni 1908, hanya berusia sembilan tahun ketika ia mendapatkan penglihatan itu. Diceritakan bahwa berbeda dari kedua anak lainnya, ia tidak diperbolehkan untuk mendengarkan suara dan kata-kata yang diucapkan pada penampakan tersebut. 

Pada Oktober 1918, Fransisco jatuh sakit berat padahal sebelumnya ia tidak pernah sakit. Ia menerima Komuni Pertama, dan terakhirnya, di kamar kecil dimana ia nantinya menghembuskan napas terakhirnya dengan tenang. 

Jacinta adalah adik perempuan Fransisco, ia lahir pada 11 Maret 1910. Pada saat ia melihat penampakan Maria, ia hanya berusia tujuh tahun dan merupakan yang paling muda. 

Ia juga, walaupun telah berjanji kepada Lucia akan merahasiakan penglihatan itu, menceritakan kepada ibunya tentang penampakan Bunda Maria di Cova da Iria. 

Setahun setelah penampakan itu, Jacinta terkena pneumonia, namun akhirnya diperbolehkan pulang setelah dua bulan di rumah sakit. Tak lama kemudian, ia didiagnosa dengan tuberkulosis. 

Pada Februari 1920, ia dilarikan ke rumah sakit di Lisbon akibat penyakitnya itu. Disana ia menderita sendirian tanpa ditemani oleh keluarganya. Namun, dikisahkan di rumah sakit Jacinta menerima kunjungan dari sang Bunda sebanyak tiga kali. Jacinta meninggal pada 20 Februari 1920. 

Lucy dos Santos lahir pada 22 Maret 1907, ia merupakan kakak sepupu dari Fransisco dan Jacinta. 

Lucy mengalami ujian penderitaan dengan cara yang berbeda dari Fransisco dan Jacinta. Segera setelah penampakan pertama, ia segera menjadi target kritik dan perundungan. Bahkan pastor di gereja di Fatima mengatakan bahwa Lucia mungkin adalah "alat kecil Iblis."

Lucia makin menderita ketika ia mendapatkan penglihatan dari Bunda Maria yang mengatakan bahwa ia akan segera membawa Fransisco dan Jacinta ke surga. Dan ia sendiri harus tinggal di Bumi untuk menyebarkan devosi kepada Maria Hati Tak Bernoda. 

Pada tahun 1921, uskup di Fatima memutuskan untuk mengirim Lucia ke Kesusteran Dorothea di Oporto. Dipercaya keberadaannya dapat mengganggu proses penyelidikan validitas penampakan tersebut. 

Di tahun 1928, Lucia menjadi biarawati dalam Kesusteran Santa Dorothy, dan lalu pada tahun 1946 ia bergabung ke Biara Carmel di Coimbra. Ia mengambil nama Suster Maria Lucia Hati Tak Bernoda. 

Suster Lucia meninggal pada usia 97 tahun pada 13 Februari 2005 di Biara Karmel Santa Teresa. Ia dikuburkan bersama kedua sepupunya di Fatima, Portugal. 

Baca Juga: Bulan Maria: Satu Bulan untuk Berdevosi kepada Bunda Maria oleh Umat Katolik Sedunia Selama Bulan Mei

EDITOR: Candra Mega Sari