JawaPos.com - Sebanyak 70 mitra pengemudi Gojek yang telah bertahan lebih dari satu dekade mendapat apresiasi atas perjalanan panjang mereka di industri ojek online (ojol).
Para Mitra Driver Legend tersebut diberangkatkan ke Tanah Suci pada Rabu (2/9), setelah aktif menjadi bagian dari Gojek sejak periode 2010 hingga 2014.
Penghargaan tersebut menjadi gambaran lain dari isu kesejahteraan mitra driver, terutama bagi pengemudi yang telah menjalani profesinya dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kucing Hitam dan Segudang Mitos: Bagaimana Islam Memandangnya?
Di tengah perubahan besar industri ojol, para pengemudi senior ini tetap aktif dan melewati berbagai perubahan cara kerja, dari layanan berbasis call center hingga penggunaan aplikasi.
Para Mitra Driver Legend berangkat dari Terminal 2F, Gerbang 6, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 17.00 WIB.
Sebelum menuju bandara, mereka berkumpul bersama keluarga di Kantor Gojek Kemang Timur, Jakarta.
Baca Juga: Membaca Peristiwa Kemerdekaan dan Era Revolusi Lewat Karya Sastra Sezaman
Keluarga turut mengantar dan mendoakan perjalanan mereka yang akan berlangsung sekitar 10 hari.
Rombongan juga dijadwalkan singgah di Dubai selama satu hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah.
Bertahan sejak masa awal Gojek
Para pengemudi yang masuk kategori Driver Legend merupakan mitra yang bergabung dengan Gojek pada 2010 hingga 2014 dan masih aktif hingga sekarang.
Periode tersebut merupakan fase awal perkembangan Gojek.
Ketika itu, layanan perusahaan belum mengandalkan aplikasi seperti saat ini.
Pengguna memesan layanan melalui call center, sementara para pengemudi menerima pesanan dengan sistem yang berbeda dari mekanisme platform digital sekarang.
Baca Juga: Kedubes Palestina di Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa di NTT
Lebih dari satu dekade kemudian, lanskap industri telah berubah.
Aplikasi menjadi pusat operasional, sementara teknologi semakin menentukan bagaimana pengemudi menerima pesanan dan berinteraksi dengan konsumen.
Para Driver Legend menjadi bagian dari perjalanan perubahan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sebagian pengemudi telah menjadikan pekerjaan sebagai mitra ojol dalam jangka panjang.
Baca Juga: Salai Jin dan Jejak Pasukan Elite Hiri dalam Perlawanan terhadap Portugis
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan, para mitra senior memiliki peran dalam membangun Gojek sejak awal.
“Mereka lah yang membangun Gojek, menjaga Gojek dan membesarkan Gojek. Sehingga kita bisa bersama-sama ada hari ini dan mereka selama ini masih aktif,” kata Hans melalui keterangannya.
Hans mengatakan apresiasi diberikan kepada para mitra yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan.
Baca Juga: Benarkah Membunuh Cicak Mendapat Pahala? Ini Penjelasan tentang Hadis dan Hikmahnya
“Sebagai sesuatu bentuk apresiasi kepada para mitra-mitra Driver Legend ini salah satu yang kita bentuk apresiasi adalah memberangkatkan mitra-mitra kawan-kawan untuk ke umroh,” ujar Hans Patuwo.
Kesejahteraan driver bukan hanya soal pendapatan
Perjalanan para Driver Legend juga memperlihatkan bahwa pembahasan kesejahteraan pengemudi ojol memiliki dimensi yang lebih luas.
Selain persoalan pendapatan, keberlanjutan pekerjaan, perlindungan, serta bentuk penghargaan terhadap mitra yang telah bertahun-tahun bekerja di ekosistem platform menjadi bagian dari persoalan kesejahteraan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya mengatakan, peningkatan kesejahteraan mitra driver membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan di industri tersebut.
Baca Juga: Menikah di Bulan Suro Disebut Bawa Sial, Ini Penjelasan Islam dan Kisah Pernikahan Fatimah Az-Zahra
"Pemerintah sangat mendorong peningkatan kesejahteraan Mitra Driver melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku industri. Semoga inisiatif seperti ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan program serupa, yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan Mitra Driver,” ujar Dudy.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat (28/8), ketika keberangkatan 70 Driver Legend diumumkan.
Bagi sejumlah pengemudi, perjalanan tersebut bukan hanya menjadi bentuk apresiasi setelah bertahun-tahun menjadi mitra, tetapi juga pengalaman yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Baca Juga: Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat Akan Dilombakan Dengan Status Eksebisi di MTQ Nasional Ke-31
Riyanto, salah satu mitra yang berangkat, mengaku perjalanan ke Tanah Suci merupakan pengalaman pertamanya ke luar negeri.
“Jujur sampai sekarang masih nggak nyangka bisa dapat kesempatan Umrah. Ini pertama kali saya ke luar negeri. Senang, terharu, semuanya campur jadi satu. Semoga Saya dan teman-teman diberikan kesehatan dan kelancaran saat ibadah,” kata Riyanto di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (2/9).
Bambang, mitra yang telah bergabung sejak 2010, juga merasakan hal serupa. Dia bahkan mengaku tak kuasa menahan haru ketika mempersiapkan barang-barang untuk perjalanan tersebut di rumah.
Baca Juga: Larangan Keluar Rumah Saat Magrib, Benarkah Hanya Mitos? Ini Penjelasan Hadist dan Ilmiahnya
“Gak sabar dan deg-degan juga karena ini pertama kali saya naik pesawat dan pertama kali ke luar negeri. Apalagi ini perginya untuk ibadah Umrah, jadi rasanya campur aduk banget. Semoga semuanya lancar,” kata Bambang.
Keberangkatan 70 mitra senior tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai perjalanan ke Tanah Suci.
Di baliknya terdapat cerita tentang pengemudi yang telah bertahan lebih dari 10 tahun dalam industri yang terus berubah.
Bagi industri ojol, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan mitra pengemudi tidak hanya penting ketika layanan digunakan konsumen. Tapi juga dalam pembicaraan mengenai bagaimana kesejahteraan dan keberlanjutan pekerjaan mereka dapat dijaga dalam jangka panjang.
Baca Juga: Lewat Buku Terbarunya, Abdul Halim Mahfudz Perluas Perspektif Industri Halal di Indonesia