JawaPos.com - Keluarga yang baik memiliki akar pendirian, ideologi dan norma hasil ajar atau didikan baik dari generasi sebelumnya. Orang tua memiliki peran besar dalam membentuk generasi baru, yang kemudian menjadi guru bagi generasi selanjutnya.
Namun, generasi baru yang sudah dewasa seringkali melupakan asal dan akar mereka. Dan generasi lama perlahan-lahan terlupakan dan tertinggal oleh derasnya gelombang modernisasi.
Gereja Katolik melihat dan mengerti bahwa adanya ketimpangan antara para kakek-nenek dan cucu-cucu mereka. Beberapa kali cucu-cucu ini tidak lagi menghargai hasil jerih payah mereka. Maka gereja ingin mengingatkan para generasi baru untuk menghormati mereka.
Hari Orangtua, Kakek dan Nenek Sedunia
Dilansir dari Archdiocesan Ministries, Hari Orangtua, Kakek dan Nenek sedunia pertama kali diadakan pada tahun 2021 oleh Paus Fransiskus.
Perayaan ini diselenggarakan pada hari Minggu keempat bulan Juli, atau berdekatan dengan Hari Peringatan Santo Yoakim dan Santa Anna, kakek dan nenek Yesus Kristus.
Gereja ingin membuka kesempatan lebih banyak bagi semua orang untuk menjadi lebih dekat dengan para lansia. Serta harapan untuk mengurangi rasa sepi para lansia.
Perayaan Keenam
Dilansir dari Vatican News, Hari Orangtua, Kakek dan Nenek Sedunia Keenam ini diadakan dengan dipimpin oleh Paus Leo XIV dengan tema “Aku tidak akan melupakanmu” (Yesaya 49:15).
Tahun 2026 ini hari raya ini dapat diselenggarakan bertepatan dengan Hari Peringatan Santo Yoakim dan Santa Anna.
Paus Leo mengambil sebuah ayat dari Kitab Nabi Yesaya yang bermaksud sebagai pesan penghiburan dan harapan bagi semua kakek-nenek dan orang tua. Terutama mereka yang hidup dalam kesepian atau merasa terlupakan.
Ayat utuhnya berbunyi: “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bagi keluarga dan komunitas gereja untuk tidak melupakan para lansia, serta mengakui bahwa kehadiran mereka sungguhlah berharga.
Asosiasi
Dilansir dari website Catholic Grandparents Association, Asosiasi Kakek-Nenek Katolik menjadi orang terdepan untuk mengkampanyekan pentingnya peran generasi lama dalam pewarisan ajaran agama kepada generasi baru.
Gerakan baru Paus Fransiskus ini menjadi pencapaian penting bagi gereja dan para lansia. Orang-orang dalam asosiasi ini juga berharap melalui perayaan ini, para lansia yakin bahwa mereka dicintai dan dibutuhkan.
Cara merayakan
Dilansir dari Catholic Church of England and Wales, ada berbagai cara untuk merayakan hari raya ini.
Karena hari ini diselenggarakan pada hari Minggu keempat atau yang berdekatan dengan Hari Peringatan Santo Yoakim dan Santa Anna, para umat Katolik dapat merayakan hari ini dengan datang ke gereja dan beribadah.
Habiskan pula hari itu dengan keluarga lengkap. Menyantap makan malam atau piknik bersama-sama dengan keluarga, serta umat gereja lainnya.
Karena asosiasi tersebut telah tersebar dan ada pula kelompok-kelompok kecil dalam gereja-gereja lokal, para anggota komunitas ini biasanya akan melakukan kunjungan kepada pada para lansia.