← Beranda
Refleksi 100 Tahun Rahmi Hatta, Menteri PPPA Sebut Pentingnya Integritas
Tazkia Royyan HikmatiarJumat, 3 Juli 2026 | 04.33 WIB
Peringatan 100 tahun kelahiran Rahmi Hatta yang digelar Yayasan Meutia Hatta di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat (Istimewa)

 

JawaPos.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengajak masyarakat menjadikan peringatan 100 tahun kelahiran Rahmi Hatta sebagai momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai integritas, kesederhanaan, dan pengabdian. Hal itulah menurutnya yang diwariskan istri Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta.

Ajakan tersebut disampaikan Arifatul saat membuka Afternoon Tea Talkshow bertajuk Sebuah Legacy yang diselenggarakan Yayasan Meutia Hatta di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (1/7).

"Peringatan satu abad kelahiran Ibu Rahmi Hatta bukan sekadar mengenang perjalanan hidup seorang tokoh, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada bangsa Indonesia," ujar Arifatul.

Menurutnya, warisan terbesar Rahmi Hatta bukan sekadar catatan sejarah, melainkan nilai-nilai yang tetap relevan hingga kini, seperti integritas, kesederhanaan, semangat belajar sepanjang hayat, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kepedulian terhadap sesama.

Arifatul mengatakan nilai-nilai tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional, khususnya dalam membangun sumber daya manusia unggul, memperkuat kualitas keluarga, memberdayakan perempuan, melindungi anak, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Ia juga menilai Rahmi Hatta merupakan teladan perempuan Indonesia yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan bangsa melalui kebijaksanaan, integritas, dan pengabdian.

"Keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat, termasuk perempuan dan anak," katanya.

Arifatul menambahkan Kementerian PPPA terus mendorong pengarusutamaan gender dan pengarusutamaan hak anak agar setiap kebijakan, program, maupun anggaran pembangunan benar-benar responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.

Sementara itu, Ketua Yayasan Meutia Hatta, Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, mengatakan peringatan Satu Abad Rahmi Hatta bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai kesederhanaan, keteguhan, dan pengabdian yang diwariskan Rahmi Hatta kepada generasi penerus.

"Kita ingin generasi muda mengenal Rahmi Hatta bukan hanya sebagai istri Bung Hatta, tetapi sebagai perempuan Indonesia yang memiliki keteladanan, integritas, dan dedikasi bagi keluarga maupun bangsa," ujar Meutia.

Peringatan Satu Abad Rahmi Hatta berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan Afternoon Tea Talkshow bertema "Legacy of Rahmi Hatta: Past, Present and Future" yang menghadirkan Meutia Hatta, Dewi Motik, dan Prilly Latuconsina sebagai narasumber.

Selain diskusi, acara juga diramaikan dengan pameran koleksi busana pribadi Rahmi Hatta, fashion show bertajuk "Legacy of Rahmi Hatta", serta sajian kudapan favorit Rahmi Hatta. Puncak peringatan akan digelar pada 5 September 2026 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Jakarta, melalui pertunjukan seni bertajuk "RUMAH", yang turut disertai bazar UMKM, nikah massal, dan donor darah.

EDITOR: Estu Suryowati