JawaPos.com - Kamis (14/5) ini, seluruh umat Kristen merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus ke Surga. Sebuah peristiwa yang dipercaya terjadi 40 hari setelah kebangkitan-Nya dari kubur.
Untuk merayakan hari tersebut, para umat akan berkumpul di gereja dan melaksanakan ibadah sesuai ritual atau prosedur gereja masing-masing.
Dilansir dari Hallow, sesuai dengan kebiasaannya, hari raya ini diselenggarakan 40 hari setelah Minggu Paskah. Karena itu, hari raya ini jatuh pada hari Kamis pada Minggu Paskah Keenam.
Namun, ada beberapa gereja, seperti keuskupan di Amerika Serikat, memundurkan hari raya ini ke hari Minggu sehingga menjadi Minggu Paskah Ketujuh dan Minggu Kenaikan Tuhan.
Menurut Alkitab
Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, menurut bab pertama dalam Kisah Para Rasul, Yesus Kristus menampakkan diri-Nya kepada para murid beberapa kali selama 40 hari sesudah kebangkitan-Nya.
Setelah hari ke-40, Yesus menampakkan diri-Nya lagi di depan para murid, dan mereka menyaksikan Ia diangkat ke surga di balik awan-awan.
Peristiwa ini beberapa kali disebut dalam Perjanjian Baru, namun dalam banyak versi. Seperti menurut Injil Yohanes, peristiwa ini justru terjadi segera setelah kebangkitan Yesus.
Dalam Injil Lukas, ia menceritakan kembali kisah tersebut mirip seperti dalam Kisah Para Rasul, tapi tidak menyebutkan periode waktu 40 hari tersebut.
Sekarang peristiwa megah tersebut selalu dikenang oleh para umat Kristen, dan disebutkan dalam Pengakuan Iman Rasuli atau Syahadat Para Rasul di buku Puji Syukur yang digunakan oleh umat Katolik.
Membuka pintu surga
Dilansir dari Catholic, menurut Alkitab kematian dan kebangkitan Yesus Kristus menjadi saat dimana Ia membuka pintu surga untuk para manusia.
Untuk membuktikan hal tersebut, Yesus sendiri mendemonstrasikan atau mempertunjukkan bagaimana gerbang surgawi terbuka dan menerima kita nantinya.
Di saat yang sama, hal tersebut dipercayai oleh para umat Kristen sebagai pertanda bahwa mereka yang percaya dan mengikuti Yesus akan dibangkitkan kembali serta diangkat ke surga pula.
Kebiasaan gereja
Di gereja-gereja Katolik Barat, yang memiliki Lilin Paskah, akan mematikan api lilin tersebut setelah Injil dibacakan sebagai simbol kepergian Kristus dari Bumi.
Walaupun peristiwa ini terlihat menyedihkan karena terdapat topik perpisahan, peristiwa ini diterima dan dirayakan dengan sukacita atas kemenangan akhir.
Dilansir dari Greek Orthodox Archdiocese of America, hari raya ini diselenggarakan dengan Liturgi Ilahi Santo Yohanes Krisostomus, yang dilaksanakan pada hari perayaan tersebut dan didahului oleh Ibadah Matin. Sehari sebelumnya, mereka juga mengadakan Ibadah Vespers Agung.
Seni
Tema kenaikan Yesus dengan cepat menjadi subjek seni yang populer, dan pertama kali muncul pada abad kelima.
Versi tertua hasil seni bertema kenaikan Yesus biasanya menunjukkan sang Kristus memanjat puncak bukit untuk meraih tangan Tuhan yang muncul dari balik awan. Dan para rasul berkumpul di bawah bukit menyaksikan hal tersebut. Versi ini bertahan hingga abad ke-11.
Pada abad keenam, versi baru muncul di Suriah, yang kemudian diadaptasikan ke gaya Byzantine. Dalam versi ini biasanya terlihat tampak depan Yesus berdiri di atas mandorla (lingkaran berbentuk almon) menyala yang diangkat oleh para malaikat.
Memasuki abad ke-11, gereja barat juga ikut mengadaptasi seni-seni dimana Yesus tampak depan. Namun dalam versi ini Yesus membuka tangan-Nya dan menunjukkan bekas luka-Nya. Kali ini Yesus naik dengan kekuatan-Nya sendiri tanpa bantuan malaikat.