← Beranda
Mengenal Santa Brigid dari Kildare (451-525): Anak Seorang Budak yang Menjadi Pendiri Biara Pertama di Irlandia
Alberta Dionny NatanuelSelasa, 5 Mei 2026 | 04.21 WIB
Lukisan wajah Santa Brigid dari Kildare (Catholic.org)

JawaPos.com - Gereja Katolik memiliki banyak sekali tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam sejarah berdirinya gereja di tempat atau region tertentu. Mereka ini biasanya adalah seorang misionaris atau martir, yang kemudian menjadi orang suci bagi gereja. 

Tidak semua orang ini terlahir Kristen, namun mereka terpanggil atau merasakan ketertarikan untuk menjadi seorang Kristen ketika agama tersebut memasuki lingkungan hidupnya. 

Santa Brigid (451-525) adalah salah satu tokoh terkenal asal Irlandia yang juga menjadi sosok kesayangan negara. Namun, selain warga Irlandia, tidak banyak orang mengetahui kisah hidupnya. 

Baca Juga: Mengenal Santo Andreas Kim Taegon (1821-1846) dan Martir-Martir Asal Korea Lainnya, Mengetahui Bagaimana Agama Katolik Memasuki Korea

Kehidupan Awal

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, kisah hidup Brigid tidak lebih dari dongeng, legenda dan bahkan mitos karena sedikit sekali dokumentasi. 

Menurut cerita yang ada, Brigid lahir di Leinster, Irlandia, dari seorang ayah berdarah biru dan ibu yang seorang budak. 

Dilansir dari St Brigid's Cathedral, ayahnya bernama Dubhtach, dan ia adalah seorang kepala suku. Sedangkan ibunya, Broicseach, hanyalah seorang budak pelayan rumah, selain itu juga pelayan dari istri sah ayahnya. 

Mengetahui hubungan antara keduanya dan kehamilan Broicseach, istri sah merasa cemburu. Lalu Dubhtach menjual Broicseach kepada seorang dukun pagan dari Faughart, Brigid diperkirakan lahir di sana pula.

Karena latar belakangnya, Brigid mendapatkan namanya dari seorang dewi mitologi Irlandia, Brigid, dewi api, puisi, pengobatan, kerajinan dan musim semi. 

Walaupun tinggal bersama seorang dukun, ibunya menjadi seorang Kristen. Kemudian ia mengajarkan agama Kristen kepada Brigid. Pendidikan ini membentuk karakter Brigid dan memiliki pengaruh besar terhadap masa depannya. 

Sejak kecil Brigid suka membantu orang-orang yang kesulitan. Ia sering menolong orang miskin dan tuna netra. Menurut ceritanya, berkat sifat Brigid ini, si dukun pagan dan seluruh anggota keluarganya menjadi Kristen, lalu membebaskan Briocseach dan Brigid. Mereka berdua kembali ke Offaly, tempat asal mereka, ke rumah Dubhtach. 

Ada satu versi cerita yang mengatakan bahwa sang ayah awalnya ingin menjodohkan Brigid ke raja dari Kerajaan Ulster. Lalu ada yang mengatakan ia hendak dijodohkan ke temannya yang naksir karena kecantikannya.

Menolak Pernikahan 

Dilansir dari Catholic, diceritakan bahwa Brigid berdoa kepada Tuhan agar kecantikannya diambil darinya supaya tidak ada yang mau menikahinya. 

Doanya terjawab dan tidak ada yang mau melamarnya lagi. Diceritakan kecantikannya baru kembali setelah ia mengatakan sumpah kaul kekal. 

Tidak banyak dokumentasi atau kisah yang menceritakan kehidupan Brigid setelah bergabung ke biara. Namun ditemukan bahwa pada usia 40 tahun, ia mendirikan biara pertama di Kildare. 

Mendirikan Biara Pertama di Irlandia

Biara ini kemudian tidak hanya menerima biarawati, tapi juga biarawan. Yang unik adalah suster kepala biara memiliki pangkat lebih tinggi dari kepada biarawan. Brigid juga mengundang seorang pertapa bernama Conleth untuk menjadi pastor disana. 

Brigid kemudian juga mendirikan sekolah seni bersama Conleth juga. Sekolah ini mengajarkan kerajinan besi dan kaca patri. Sekolah ini dipuji oleh Pendeta Gerald dari Wales dalam Kitab Kildare. 

Kematian

Brigid meninggal pada 1 Februari 525 dengan kematian yang alami pada usia 74 tahun. Pada awalnya, jenazah Brigid disimpan di altar Katedral Kildare. 

Namun pada tahun 878, orang-orang Skandinavia menyerang Irlandia dan merampok banyak hal. Akibatnya relik-relik Brigid dipindahkan ke makam Santo Patrick dan Columba. 

Sekarang tengkorak Santa Brigid dapat ditemukan di Gereja Yohanes Pembaptis Lumiar, Portugal. 

Baca Juga: Mengenal Santo Maximilian Kolbe (1894-1941): Melarikan Diri dari Kekaisaran Rusia, Tertangkap oleh Nazi dan Mengorbankan Diri di Auschwitz

EDITOR: Candra Mega Sari