← Beranda
Mengenal Bulan Maria: Tradisi Berabad-abad Menghormati Sang Bunda dalam Gereja Katolik
Alberta Dionny NatanuelMinggu, 3 Mei 2026 | 04.10 WIB
Foto patung Bunda Maria dan Bayi Yesus (Pexels)

JawaPos.com - Umat Katolik memiliki agenda liturgi yang cukup padat, di mana hampir setiap harinya mereka akan mengenang orang-orang suci. Selain itu, terdapat bulan-bulan tertentu yang dikhususkan bagi sosok-sosok penting dalam sejarah Gereja.

Penghormatan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas peran krusial mereka dalam berdirinya Gereja. Sebagai contoh, bulan Mei ini ditetapkan sebagai Bulan Maria.

Selama periode ini, umat Katolik memfokuskan ibadah mereka untuk menghormati peran mulia Sang Bunda.

Baca Juga: Mengenal Santo Andreas Kim Taegon (1821-1846) dan Martir-Martir Asal Korea Lainnya, Mengetahui Bagaimana Agama Katolik Memasuki Korea

Apa Itu Bulan Maria?

Dilansir dari Our Lady of Hope Grafton, Gereja Katolik telah memiliki kebiasaan ini selama berabad-abad. 

Pada abad pertengahan, kebiasaan ini sudah sering dilakukan, terutama berpusat pada praktek pengusiran musim dingin Karena tanggal 1 Mei dianggap sebagai awal pertumbuhan baru. 

Sejak periode itu, tradisi Tricesimum atau "Devosi 30 Hari Kepada Maria" muncul atau "Bulan Bunda Maria" diadakan dari tanggal 15 Agustus hingga 14 September, dimana periode dengan penanggalan ini masih dirayakan di beberapa daerah. 

Sejarah

Dilansir dari New Advent, periode devosi ini merupakan penerapan praktek dari Doktrin Persekutuan Orang Kudus. 

Karena doktrin ini tidak membatasi diri secara eksplisit pada Kredo Para Rasul, banyak orang akan kebingungan karena tidak ada jejak jelas dari kebiasaan pemujaan Perawan Maria pada sejarah awal gereja Kristen. 

Sejak abad pertama, kemartiran menjadi tanda pasti seseorang menjadi orang suci. Karena menurut keyakinan tersebut, martir akan langsung diterima oleh Allah. 

Bukti mengenai praktek pada abad-abad awal tradisi ini hampir sepenuhnya tidak ada. Namun, hal itu tidak menggoyahkan iman para umatnya dan menggugurkan tradisi perayaan yang sudah ada. 

Walaupun begitu, landasan teologisnya kokoh menjadi dasar berdirinya devosi kepada Bunda Maria ini pada abad pertama Masehi. Sesuai dengan ayat Alkitab: "Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus" (Kisah Para Rasul 1:14). 

Menjadi Pedoman

Dilansir dari EWTN News, Bunda Maria sekarang menjadi teladan dan pedoman bagi para umat Katolik. 

Paus Fransiskus menuliskan di dalam sebuah pesan pada April 2014, "Hanya satu teladan bagimu, Maria: wanita yang setia, yang tidak mengerti apa yang terjadi padanya tetapi tetap taat."

Lalu pada Agustus 2021, Paus Fransiskus juga menyebut Maria sebagai murid pertama Yesus. Beliau juga mengingatkan bahwa Bunda Maria adalah ibu kita juga yang terus berdoa untuk kita. 

Dengan bantuan Sang Perawan, ia membawa kerajaan surga menjadi lebih dekat kepada umat Katolik. 

Hari-Hari untuk Merayakan Bunda Maria

Dilansir dari Marian, selain Bulan Mei, Bunda Maria juga masih memiliki banyak hari untuk menghormati dirinya. 

1 Januari: Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah 

8 Januari: Bunda Maria Penolong yang Cepat

2 Februari: Persembahan Tuhan

11 Februari: Bunda Maria dari Lourdes

25 Maret: Hari Raya Kabar Sukacita

13 Mei: Bunda Maria dari Fatima

31 Mei: Maria Mengunjungi Elisabet

27 Juni: Bunda Maria Penolong Abadi

16 Juli: Bunda Maria dari Gunung Karmel

15 Agustus: Maria Diangkat ke Surga

22 Agustus: Perayaan Keagungan Santa Perawan Maria sebagai Ratu

8 September: Kelahiran Maria

12 September: Nama Tersuci Santa Perawan Maria

15 September: Bunda Maria yang Berdukacita

7 Oktober: Bunda Maria Rosario

21 November: Maria Dipersembahkan ke Bait Allah

8 Desember: Perayaan Maria Dikandung Tanpa Dosa

12 Desember: Bunda Maria dari Guadalupe

Baca Juga: Mengenal Santo Maximilian Kolbe (1894-1941): Melarikan Diri dari Kekaisaran Rusia, Tertangkap oleh Nazi dan Mengorbankan Diri di Auschwitz

EDITOR: Candra Mega Sari