JawaPos.com - Hari Sabtu (4/4) ini, para umat Kristen akan berkumpul untuk menyelenggarakan ibadah Tri Hari Suci yang terakhir, yaitu Vigili Paskah atau Sabtu Suci.
Ibadah Sabtu Suci dapat dikatakan sebagai ibadah dalam gereja Kristen yang paling indah dengan persiapan paling rumit. Karena, terutama di Gereja Katolik, perayaan ini merupakan titik klimaks Perayaan Paskah.
Dilansir dari Hallow, Ibadat Sabtu Suci juga adalah ibadat terpanjang karena memiliki banyak ritual dan bacaan. Pada beberapa kesempatan pula, dalam ibadat ini juga digunakan untuk melaksanakan pembaptisan.
Menurut Alkitab, hari Sabtu Suci ini merupakan hari terakhir Yesus sebelum Ia bangkit dari kubur. Tapi dalam ibadat ini, gereja-gereja, terutama Gereja Katolik, tidak hanya merayakan hal tersebut, tapi juga kisah keselamatan dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru.
Misa Sabtu Suci yang dapat kita temui sekarang merupakan hasil perubahan oleh Paus Pius XII pada tahun 1955, melalui dokumen Maxima Redemptionis.
Baca Juga: Bacaan Misa Gereja Katolik 3 April 2026: Hari Jumat Agung
Lucernarium
Dilansir dari United States Conference of Catholic Bishops, ibadat ini dimulai dengan Penghormatan Kepada Lilin Paskah, atau Lucernarium.
Ibadat di Gereja Katolik biasanya akan diawali dengan kegelapan, lalu diterangi oleh cahaya Lilin Paskah.
Sebelum misa dimulai, para umat biasanya akan menerima lilin-lilin untuk dinyalakan setelah menerima api dari Lilin Paskah.
Lilin Paskah ini dibuat baru setiap tahunnya, dan bertuliskan tahun Paskah tersebut dirayakan, dan sangat besar. Lilin ini menjadi simbol "cahaya Kristus, bangkit dalam kemuliaan", dan menghilangkan "kegelapan hati dan pikiran kita."
Lilin ini harus lilin asli, bukan lilin elektrik atau artifisial. Pilihan ukuran, desain dan warna harus disesuaikan dengan tempat dimana lilin akan diletakkan.
Banyaknya Bacaan
Dilansir dari Reformed Worship, Liturgi Sabda memiliki peran yang sangat penting sama seperti pada Masa Adven.
Bacaan dan mazmur yang dinyanyikan ini untuk mengingatkan kembali sejarah manusia dan perjuangannya mendapatkan keselamatan, hingga kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.
Karena itu, akan dibacakan kira-kira tujuh bacaan dari Perjanjian Lama dan dua dari Perjanjian Baru. Menurut Injil Lukas (Lukas 24:27, 44-45), Yesus mengatakan bahwa para Nabi juga akan bangkit bersama manusia pada akhir zaman.
Gereja dan para panitia liturgi diperbolehkan untuk mempersembahkan semua bacaan dan mazmur sekreatif mungkin, serta melibatkan orang-orang sebanyak mungkin.
Pembaptisan Massal
Bagian ketiga dalam misa Sabtu Suci adalah Liturgi Pembaptisan. Gereja pasti akan meluangkan waktu untuk melakukan pembaptisan dalam ibadat hari ini.
Setiap tahun, pengajaran dan persiapan para mualaf, atau katekumenat, akan mencapai puncaknya pada Malam Paskah. Pada ibadat ini, mereka juga dapat mendengarkan kisah-kisah bersejarah mengenai penebusan sebelum dibaptis dan diterima ke dalam gereja.
Katekumen dewasa akan maju, diantarkan oleh orang tua baptis mereka. Dan baptis anak atau bayi akan ditemani oleh orang tua mereka.
Pembaptisan mereka melanjutkan sejarah keselamatan dengan menyatukan orang-orang yang percaya kepada gereja di semua zaman dan tempat melalui kematian serta kebangkitan Yesus Kristus.
Setelah pembaptisan selesai, ibadat akan dilanjutkan dengan Liturgi Ekaristi, dimana para umat akan menghormati Tubuh dan Darah Kristus bersama-sama.