← Beranda
Mengenal Santo Amos: Pelindung Orang-Orang Tertindas Akibat Ketidakadilan Pemimpin yang Sesat
Alberta Dionny NatanuelSabtu, 30 Agustus 2025 | 06.22 WIB
Lukisan wajah Santo Amos (Dok. ncregister.com)

JawaPos.com - Gereja Katolik mengakui adanya orang-orang suci yang memiliki peran penting, seperti nabi, penginjil, penyebar agama, atau pekerja sosial. Gereja lalu akan menjadikan mereka pelindung atas hal-hal yang membuat mereka menjadi tokoh penting dalam sejarah gereja.

Beberapa dari tokoh itu disebutkan dalam Kitab Suci, sementara yang lain muncul jauh setelahnya.

Karena itu, dokumentasi mengenai beberapa tokoh terkadang sangat sedikit, bahkan hanya berdasarkan kisah lisan.

Seperti Santo Amos, pelindung orang-orang yang tertindas, yang juga merupakan penulis Kitab Amos dalam Perjanjian Lama.

Kehidupan Awal

Dilansir dari National Catholic Register, sebelum menjadi seorang nabi, Amos awalnya adalah seorang penggembala dan petani buah ara di Teqoa (Thecua) pada tahun 700 SM. Nama Amos berarti "beban" dalam bahasa Yahudi. 

Pada saat itu orang-orang Yahudi terbelah menjadi dua kerajaan, Kerajaan Yudea di selatan, dan Israel di utara. 

Amos terlahir di Teqoa, kota tidak jauh dari Bethlehem di Yudea. Diperkirakan berada di selatan Yerusalem. Namun ia dipanggil oleh Tuhan untuk bernubuat di Israel, karena Raja Jeroboam II disana adalah penyembah berhala. 

Dilansir dari Orthodox Church in America, mereka menyembah patung sapi emas di Bethel. 

Dalam Kitab Amos 7:14, ia menuliskan bahwa ia bukanlah seorang rasul atau anak dari seorang rasul. Hal itu juga berartikan bahwa ia bukanlah dari sekolah para rasul, sehingga ia mendeklarasikan bahwa ia adalah rasul sejati. 

Menjalankan Misinya dan Menjadi Martir

Amos segera ke Israel untuk menantang rasa tidak hormat Raja Jeroboam dan para masyarakat Israel terhadap Tuhan. 

Namun, ia juga mendapati bahwa orang-orang disana semakin sombong dan egois. Amos juga melihat betapa kejamnya orang-orang terhadap kaum miskin. 

Amos meramalkan kesialan besar atas Israel karena kefasikannya. Namun, akibatnya Amos didera dan disiksa disana. 

Dilansir dari Rorate Caeli, Pendeta Tinggi penyembahan berhala Amasias mengancam akan membunuh Amos apabila ia tidak kembali ke Yudea. 

Penyiksaan dan dera yang dilakukan oleh Amasias dan Ozias, anak Amasias, menyebabkan Amos merenggang nyawa. Ia menjadi martir di Bethel. Diperkirakan Amos dikirim kembali ke tempat asalnya dan dikuburkan disana. 

Ia juga adalah rasul pertama yang menuliskan semua pesan-pesan yang ia dapatkan. Tulisannya memiliki banyak penggemar karena kecantikan bahasa dan diksi yang ia gunakan. 

Ajaran-ajarannya 

Bagi Amos, Tuhan adalah tuhan yang adil, karena itu seberapa keras seseorang berdoa atau seberapa besar persembahan yang mereka berikan, tidak akan menghapus segala dosa mereka. 

Seseorang tidak akan terbebas begitu saja dari dosa-dosa mereka hanya karena mereka percaya terhadap Tuhan. Sehingga, kita harus juga berlaku baik selayaknya kita baik dalam beragama. 

Amos juga mempercayai keadilan secara ekonomi. Ia percaya bahwa agar bangsa Israel dapat hidup sejahtera diperlukan adanya keadilan ekonomi karena Tuhan juga menginginkan bangsanya hidup baik.

Sekarang Santo Amos menjadi pelindung orang-orang yang ditindas dan dirayakan oleh Gereja Ortodoks pada 15 Juni. Gereja Apostolik Armenia merayakannya pada 31 Juli. Dan oleh Gereja Katolik pada 31 Maret. 

EDITOR: Candra Mega Sari