JawaPos.com - Kasus perselingkuhan makin marak terjadi dan kerap kali menjadi perbincangan di tengah masyarakat belakangan ini. Hampir setiap hari ada kabar soal kasus perselingkuhan dan perzinahan di media sosial atau media arus utama.
Tidak hanya itu, orang begitu mudah menceritakan perselingkuhan yang dialami sendiri atau orang lain.
Dalam Islam perselingkuhan adalah perbuatan terlarang dan haram. Perbuatan itu tergolong zina dan hukumnya haram.
Bahkan zina dan perselingkuhan ini sangat terlarang. Bahkan perselingkuhan itu pintu masuk dari perceraian bagi pasangan suami istri. Dan bahkan perceraian itu dimintai untuk dijauhi, sebagaimana Rasulullah SAW berpesan agar pasangan suami istri menjauhi perceraian.
Tak hanya sebagai suatu kesalahan dan bentuk pengkhianatan dalam sebuah hubungan, perselingkuhan juga dapat termasuk ke dalam tindak pelanggaran hukum.
Selain itu, muncul juga anggapan jika perselingkuhan dan pezinahan adalah salah satu pertanda terjadinya kiamat. Benarkah demikian?
Islam sangat mengutuk perbuatan selingkuh. Perbuatan itu adalah kategori dosa besar. Hal ini karena dengan berselingkuh bisa mengantarkan seseorang pada perbuatan zina. Bahkan dalam Al-Quran pun telah dijelaskan agar tidak mendekati perbuatan zina sebagaimana tercantum dalam surah Al-Isra ayat 32:
وَلَا تَقۡرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ؕ وَسَآءَ سَبِيۡلًا
Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
Selain itu, Rasulullah saw pun juga telah memerintahkan kepada umatnya agar selalu menjaga kehormatan diri. Salah satunya agar tidak bersama dengan orang yang bukan mahramnya, apalagi hanya berduaan saja. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:
"Tidak boleh seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali ditemani mahramnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Pria yang Tetap Setia dan Pantang untuk Selingkuh Punya 7 Kebiasaan, Apakah Pasangan Salah Satunya?
Perselingkuhan yang terjadi tidak hanya mendatangkan aib bagi keluarga yang bersangkutan, tetapi juga berbagai dampak negatif lain. Misalnya pertengkaran, perceraian, anak-anak dari orang tua yang melakukan perselingkuhan mendapatkan ejekan, hingga pembunuhan.
Sehingga, penting sekali untuk menjaga kesetiaan, kasih sayang, komunikasi, serta hubungan yang baik dalam kehidupan berumah tangga. Jangan sampai, pihak suami maupun istri mencari kepuasan di luar pasangannya demi memuaskan nafsu yang justru menghadirkan dosa serta dampak negatif lainnya yang lebih besar.
Benarkah pertanda kiamat?
Kiamat adalah kehancuran dunia dan seisinya yang pasti terjadi sesuai ketetapan Allah SWT. Seorang muslim wajib mengimani hari kiamat sebagaimana termaktub dalam rukun iman kelima.
Allah SWT berfirman mengenai kiamat dalam banyak ayat Al-Quran. Dirujuk dari Al-qur'an Kementerian Agama, salah satunya ada di surat Taha ayat 15:
اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى
Artinya: "Sesungguhnya hari kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan."
Dilansir Dinas Syariat Islam Aceh, hari akhir atau kiamat adalah suatu kepastian yang telah dijelaskan dalam Al-Quran dan hadis nabi. Meski begitu, belum diketahui secara pasti kapan hari itu akan terjadi. Namun, Allah SWT telah memberikan petunjuk tentang tanda-tanda datangnya kiamat.
Mulai dari tanda yang kecil hingga tanda yang besar. Lalu, apakah dengan maraknya kasus perselingkuhan menjadi salah satu tanda akhir zaman? Apakah kiamat sudah semakin dekat? Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:
"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda 'Sesungguhnya di antara tanda-tanda Kiamat adalah diangkatnya ilmu, merajalelanya kebodohan, banyaknya perzinaan, maraknya minum khamr, jumlah laki-laki sedikit sedangkan jumlah perempuan banyak, sampai-sampai 50 perempuan berada di naungan satu laki-laki."