← Beranda
Warga Mendengar Suara Letusan Anak Gunung Krakatau yang Lumayan Keras
Fersita Felicia FacetteSenin, 24 Desember 2018 | 16.55 WIB
Villa Stephanie di kawasan Carita, Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Sabtu, 22 Desember 2018.

JawaPos.com - Tidak ada gempa, tidak ada badai, tiba-tiba tsunami datang dari Selat Sunda, Sabtu malam (22/12). Meluluhlantakkan apa saja yang berada di sekitar pantai. Empat daerah porak poranda. Ratusan nyawa melayang.


Kerusakan akibat tsunami terlihat hampir di sepanjang Pantai Carita hingga Tanjung Lesung, Pandeglang. Sapuan ombak juga merusak Pantai Anyer di Serang, Lampung Selatan, serta Tanggamus.


Dari pemantauan tim Jawa Pos kemarin, puing-puing langsung terlihat begitu memasuki gapura Kabupaten Pandeglang. Kerusakan parah terlihat tepat sebelum kantor Polsek Carita. Ada belasan kontainer yang berserakan di lahan kosong.


Semula, kontainer berukuran 60 feet yang akan digunakan untuk penginapan itu berada di dekat pantai. Kontainer-kontainer tersebut terseret arus hingga melewati jalan besar. Mobil Isuzu Panther hitam B 315 PTR terguling dan tertimpa tiang listrik di dekat deretan kontainer itu.


Kondisi yang cukup parah juga tampak di Polsek Carita. Pintu gapura dan papan nama polsek yang berdekatan dengan terminal tersebut roboh. Saat Jawa Pos menengok kondisi polsek itu pukul 14.00, seorang polisi bernama Bripka Sihabuddin berjaga sendirian. Di tengah guyuran hujan disertai angin kencang, dia duduk di teras mapolsek.


"Anggota yang lain ke tempat yang lebih tinggi karena barusan ada peringatan tsunami lagi," ujar Sihabuddin.


Kondisi dalam kantor polsek tidak terlalu rusak. Hanya ada lumpur sisa genangan air laut yang masuk. Saat tsunami terjadi, Sihabuddin sedang berjaga di tempat lain. Menurut cerita rekannya, ketinggian air sampai sedengkul. ''Ini mobil Pak Kapolsek Iptu Subagyo juga terseret sekitar 3 meter,'' ungkapnya.


Tak jauh dari mapolsek, terlihat Vila Stephanie yang rusak parah. Bangunan vila yang dilengkapi kolam renang yang menjorok ke laut itu nyaris rata dengan tanah. Puing-puing tembok hingga rangka atap dan genting berserakan.


Kapolri Jenderal Tito Karnavian mampir untuk melihat kondisi vila tersebut bersama rombongan, termasuk Kadivhumas Irjen M. Iqbal. Tito menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi lain untuk penanganan pascatsunami. Mulai TNI, Basarnas, BNPB, hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. ''Semua bergerak bersama,'' ujarnya.


Tak berapa lama, dia pun berpindah ke Polsek Carita. Di sepanjang jalan dekat Pantai Carita, cukup mudah menemukan mobil yang tersangkut di pohon kelapa atau masuk persawahan. Bahkan, ada mobil yang masuk ke dalam rumah hingga merobohkan temboknya. Misalnya, di Kampung Sambolo, Desa Sukarame.


Eradi, 50, warga Kampung Sambolo, menuturkan, sejak Sabtu pukul 18.30, dirinya mendengar suara letusan Anak Gunung Krakatau yang lumayan keras. Sekitar pukul 16.30, gunung itu menyemburkan lahar lebih tinggi daripada biasanya.


''Pukul 21.30 ada gemuruh ombak. Sepuluh meter muncratnya. Saya duduk di tiang ketiga rumah. Saya pegang anak. Saya peluk dia,'' ungkap Eradi yang mengalami luka di kaki kirinya. Tubuh Eradi dan anaknya terempas ke dalam rumah. ''Saya baca istighfar,'' imbuhnya.


Toko kelontong di depan rumahnya rusak parah. Etalase kaca berisi aneka macam dagangan pecah dan isinya berhamburan. "Tabung gas saya hilang," kata Eradi. Dia lantas mengunci rumahnya dengan ditambahi palang kayu agar tak ada pencuri masuk.


Di kampung tersebut kemarin juga masih ada pencarian korban oleh anggota Basarnas. Sekitar pukul 14.30, jenazah perempuan ditemukan di tumpukan sampah dekat selokan air. "Tadi pagi (kemarin, Red) ditemukan mayat di dekat gapura," kata Jayani, 50, warga Kampung Sembolo, sambil menunjukkan gapura yang berjarak 100 meter dari lokasi.


Sementara itu, pantauan Jawa Pos di Tanjung Lesung Resort tak jauh berbeda. Lokasi acara gathering PLN Transmisi Jawa Barat-Banten (TJBB) di Beach Hotel Tanjung Lesung Resort luluh lantak. Begitu pula lokasi gathering para pegawai Kementerian Pemuda dan Olahraga di beach club setempat. Dua lokasi tersebut berjarak ratusan meter.


Di Beach Hotel Tanjung Lesung Resort, panggung musik tempat band Seventeen manggung setinggi hampir 2 meter terlihat porak-poranda. Saat kejadian berlangsung, Seventeen tengah menghibur para peserta gathering PLN TJBB. Mereka baru menyanyikan satu lagu sebelum akhirnya gelombang tinggi menghantam panggung.


Di sekitar lokasi pentas alat-alat musik Seventeen berserakan. Jaraknya sekitar 50 meter dari panggung. Ada bas, gitar, drum, dan beberapa kotak sound system berukuran cukup besar. Alat-alat itu bercampur dengan lumpur, pasir, dan serpihan kayu.


Di kawasan Beach Hotel terdapat lebih dari 50 cottages. Hingga sore kemarin, puing-puing masih menumpuk di puluhan cottages tersebut. Hampir semua cottages rusak. Beberapa kendaraan di kawasan itu terbawa arus air hingga terseret puluhan meter dengan posisi tak beraturan.


Hingga berita ini ditulis pukul 23.00 tadi malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mendata korban. Hingga pukul 16.00 sudah terdapat 222 korban meninggal. "Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. Sebab, belum semua korban dapat dievakuasi. Selain itu, belum semua puskesmas melaporkan jumlah korban," ungkap Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kemarin.


Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah yang paling parah kerusakannya. Tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang mengalami luka-luka, dan 2 orang dinyatakan hilang. "Di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur," ucap pria asli Boyolali itu.


Pada saat kejadian, rombongan PT PLN sedang melangsungkan acara employee gathering di Tanjung Lesung. Kepala Satuan Komunikasi Corporate PLN I Made Suprateka mengatakan, dari jumlah 225 pegawai PLN yang mendaftar, akhirnya yang menyatakan ikut 199 orang.


Berdasar data pukul 15.00, jumlah korban selamat 157 orang luka, korban meninggal 29 orang, dan korban hilang 13 orang. "Saat ini dilakukan evakuasi yang tadinya di RSUD Pandeglang, kemudian diangkut ke kantor TJBB di Gandul," ungkapnya dalam konferensi pers di Setia Budi kemarin. Pihaknya telah mengirimkan 36 ambulans untuk menyisir dan mengangkut korban. "Nama-nama korban belum bisa kami sampaikan," ucapnya.

EDITOR: Fersita Felicia Facette