JawaPos.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memberikan pemahaman soal komoditas tanaman kelapa sawit kepada anak muda melalui Content Creator Challenge 2026.
Kompotisi konten kreator nasional itu melibatkan mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta yang terdiri atas dari kreator konten, prompt engineer, hingga animator motion graphics. Mereka ditantang membuat video pendek berdurasi 60 detik.
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan, kompetisi itu ditujukan selain memberi wadah dan kreativitas juga menyebarkan pemahaman lebih massif mengenai kebermanfaatan komoditas sawit sebagai tanaman budi daya perkebunan.
Sebagaimana diketahui, kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang sarat dengan budi daya intensif yang melibatkan proses bercocok tanam dengan bibit unggul, aplikasi pupuk, penyiangan, pemanenan. Yang terpenting adalah peremajaan yang dilakukan secara kontiniu untuk menjamin produktivitas secara berkelanjutan.
"Proses ini sangatlah berbeda dengan usaha lain seperti pertambangan minyak bumi, batu bara, dan pemanfaatan hasil hutan baik kayu atau non kayu yang bertumpu pada daya dukung sumberdaya alam,” ujar Eddy.
Eddy berharap generasi muda mengerti dan memahami fundamental yang signifikan itu. Tanaman sawit adalah komoditas pertanian seperti halnya padi, kedelai, cabai, sayur dan tanaman hortikultura lainnya.
Sawit memiliki kelebihan yakni tanaman ini bersifat jangka panjang yang tidak memerlukan pengelolan tanah secara berlebihan, bahkan sawit menjadi sumber energi yang dapat diperbaharui.
Adapun Content Creator Challenge 2026 bertemakan “Sawit Untuk Siapa” dan subtema “Sawit adalah Komoditas Budi Daya, Bukan Sumber Daya Alam”.
Kompetisi itu dibagi ke dalam dua kategori, Generative AI dan Animation Graphics. Ketua Bidang Kampanye Positif GAPKI Tirza Samola menyebut, pembagian itu dirancang untuk menjangkau generasi muda dengan pendekatan visual yang berbeda.
“Generative AI menawarkan daya bayang futuristik, sementara Animation Graphics punya kekuatan narasi visual yang kuat,” katanya.
Nantinya peserta memperebutkan hadiah dengan total mencapai Rp 47 juta. Karya-karya terpilih berpeluang ditampilkan dalam sejumlah forum, termasuk Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2026, konferensi internasional yang juga disponsori BPDP.
BPDP merupakan lembaga pemerintah yang mengelola dana dari industri perkebunan. Salah satu penggunaan dana tersebut untuk kemajuan industri sawit nasional. Beberapa programnya seperti peremajaan sawit rakyat, riset, peningkatan kapasitas petani, hingga promosi industri sawit nasional.