← Beranda
Kucing Ternyata Kenali Satu Sama Lain Lewat Aroma Urine
Dhimas GinanjarJumat, 21 Agustus 2026 | 18.44 WIB
Profesor Universitas Iwate Masao Miyazaki. Foto Kanan: Seekor kucing mengendus sampel urine kucing lain dalam sebuah eksperimen. (Universitas Iwate/Kyodo)

JawaPos.com - Kucing ternyata memiliki cara sendiri untuk mengenali satu sama lain, yakni dengan mengendus urine. Penelitian terbaru menemukan bahwa komposisi urine setiap kucing memiliki pola yang berbeda sehingga dapat menjadi semacam penanda identitas.

Temuan tersebut berasal dari tim peneliti multinasional, termasuk peneliti Jepang, yang menganalisis berbagai komponen urine pemicu respons flehmen grimace atau ekspresi wajah khas ketika kucing mencium aroma tertentu.

Para peneliti juga mengamati respons kucing ketika mengendus urine dari individu lain dalam sejumlah eksperimen.

Sebelumnya, para ilmuwan telah mengetahui bahwa kucing memperoleh informasi mengenai individu lain melalui urine yang disemprotkan. Namun, komponen spesifik yang membuat informasi tersebut dapat dikenali masih belum diketahui secara jelas.

Penelitian ini menemukan bahwa kombinasi dan proporsi sejumlah asam lemak bercabang menjadi bagian penting dari penanda aroma tersebut. Senyawa itu berasal dari cadangan di ginjal dan membentuk aroma khas yang dapat bertahan cukup lama. Komposisinya juga berbeda antara satu kucing dan kucing lainnya.

Temuan serupa juga ditemukan pada urine anggota keluarga kucing lainnya, termasuk singa, harimau, dan kucing hutan Iriomote.

Hasil penelitian tersebut diterbitkan secara elektronik pekan ini dalam jurnal ilmiah Current Biology. Para peneliti menilai temuan itu berpotensi dimanfaatkan untuk mengurangi bau urine atau membantu pemantauan spesies kucing langka.

"Berawal dari ekspresi wajah yang sudah akrab bagi pemilik kucing, kami berhasil mengungkap bagaimana kucing mengenali satu sama lain melalui urine," kata Masao Miyazaki, profesor di Fakultas Pertanian Universitas Iwate.

Menurut Miyazaki, penelitian mengenai mekanisme penumpukan asam lemak di ginjal juga dapat membantu pengembangan penelitian terkait penyakit pada kucing maupun manusia.

Seperti dilansir Kyodo, Jumat (21/8), penelitian tersebut memberikan gambaran baru mengenai bagaimana kucing menggunakan penciuman untuk memperoleh informasi mengenai individu lain.

EDITOR: Dhimas Ginanjar