← Beranda
Cara Baru Anak Muda Maknai Kemerdekaan, Meriah Upacara HUT ke-81 RI Digelar di Game Roblox
Rian AlfiantoSelasa, 18 Agustus 2026 | 01.52 WIB
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang digelar secara virtual di game Roblox. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tak selalu harus berlangsung di lapangan terbuka. Di tengah kehidupan generasi muda yang semakin lekat dengan dunia digital, upacara bendera juga bisa digelar di ruang virtual seperti game Roblox, tanpa menghilangkan unsur nasionalisme dan penghormatan terhadap kemerdekaan.

Cara berbeda memperingati Hari Kemerdekaan itu diwujudkan melalui upacara bendera virtual di platform game Roblox. Kegiatan tersebut memadukan pengalaman di dunia digital dengan kehadiran terbatas secara fisik di kampus, sehingga peserta yang tidak dapat datang langsung tetap bisa mengikuti rangkaian upacara.

Konsep ini sekaligus menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya digunakan untuk hiburan. Ruang virtual dapat dimanfaatkan untuk membangun komunitas, menciptakan pengalaman bersama, hingga menghadirkan cara baru bagi generasi digital untuk mengenal dan memaknai nasionalisme.

Upacara tersebut dirancang sebagai kegiatan hybrid dengan menggabungkan dunia Roblox dan lokasi fisik di kampus. Mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga terlibat langsung di balik layar dengan membangun dunia virtual, membuat aset 3D, serta menyiapkan sistem interaktif yang digunakan selama upacara.

Dengan demikian, kegiatan ini memiliki makna lebih luas dibandingkan sekadar seremoni peringatan HUT RI. Bagi mahasiswa Binus yang terlibat, proyek tersebut menjadi ruang untuk menerapkan kemampuan pengembangan game dalam sebuah kegiatan nyata.

Dunia virtual yang mereka bangun menjadi semacam portofolio kolektif yang memperlihatkan bagaimana keahlian di bidang game development dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman digital yang memiliki nilai sosial dan kebangsaan.

Dekan School of Computer Science Binus University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, menyatakan bahwa melalui upacara virtual ini, nasionalisme dapat dirayakan melalui berbagai cara, termasuk melalui dunia digital yang menjadi rumah bagi generasi muda saat ini.

"Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kompetensi mahasiswa Program Game Application and Technology (GAT) dalam menciptakan pengalaman yang inovatif sekaligus bermakna bagi bangsa," ujar Prof. Derwin di Jakarta, Senin (17/8).

Proyek ini sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam merancang sistem interaktif yang dapat digunakan dalam sebuah production event nyata, bukan sekadar proyek akademik di ruang kelas.

Bukan Sekadar Main Game

Pemilihan Roblox sebagai ruang pelaksanaan upacara juga tidak lepas dari karakter penggunanya yang banyak berasal dari generasi muda. Platform tersebut membuka peluang untuk memperkenalkan perayaan kemerdekaan dengan bahasa dan medium yang lebih dekat dengan Gen Z maupun Gen Alpha.

Di sisi lain, format hybrid membuat kegiatan lebih inklusif. Mahasiswa yang terkendala jarak maupun kondisi tertentu sehingga tidak dapat hadir secara fisik tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti upacara melalui ruang virtual.

Peserta juga dapat berinteraksi dan membangun komunitas melalui Roblox serta Discord. Dengan cara tersebut, pengalaman memperingati kemerdekaan tidak berhenti ketika upacara selesai, tetapi dapat berkembang menjadi ruang interaksi antarpengguna.

Diharapkan, talenta di bidang game dan teknologi Indonesia nantinya semakin diperhitungkan di tingkat global. Para talenta digital juga didorong untuk terus berani bereksplorasi, bukan hanya membuat game, tetapi menciptakan solusi yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Cara merayakan HUT RI seperti ini memperlihatkan bahwa memaknai kemerdekaan tidak harus selalu dilakukan dengan bentuk yang sama dari tahun ke tahun.

Bagi generasi yang tumbuh bersama internet, game, dan ruang virtual, teknologi dapat menjadi medium untuk mengekspresikan identitas kebangsaan. Upacara di Roblox menjadi salah satu contoh bahwa nilai nasionalisme dapat dibawa ke ruang yang sehari-hari mereka gunakan.

Yang menjadi penting bukan semata-mata tempat upacaranya, melainkan pesan yang dibawa. Ketika mahasiswa menggunakan kemampuan teknologinya untuk menciptakan ruang perayaan kemerdekaan, keterampilan digital bertemu dengan semangat kebangsaan dalam satu kegiatan.

Hal itu juga memperlihatkan bentuk lain dari kontribusi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan: bukan hanya mengikuti seremoni, tetapi menciptakan karya, mengembangkan teknologi, dan menggunakannya untuk membangun pengalaman yang dapat dinikmati bersama.

EDITOR: Estu Suryowati