JawaPos.com - Menjelang dibukanya masa pra-pemesanan (pre-order) Grand Theft Auto VI (GTA 6) pada 25 Juni mendatang, rumor mengenai harga game terbaru Rockstar Games tersebut kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan gamer.
Spekulasi muncul setelah pengecer asal Prancis, Fnac, menampilkan lima kode produk atau SKU baru dengan penamaan RS1 hingga RS5. Kehadiran daftar tersebut membuat sebagian komunitas game meyakini bahwa kode-kode tersebut merujuk pada berbagai edisi GTA 6 yang akan segera dipasarkan.
Seperti dilansir dari vietnam.vn, dalam daftar tersebut, harga terendah tercatat sebesar 90 euro atau sekitar Rp 1,84 juta. Sementara itu, beberapa varian lain dibanderol mulai dari 110 euro hingga 200 euro, setara sekitar Rp 2,25 juta hingga Rp 4,09 juta untuk pasar Eropa.
Kemunculan angka-angka tersebut memicu spekulasi bahwa GTA 6 akan dijual lebih mahal dibandingkan standar industri saat ini. Bahkan, muncul asumsi bahwa edisi standar game tersebut dapat dibanderol sekitar 80 dolar AS atau setara Rp1,4 juta. Namun, sejumlah sumber terpercaya menilai informasi tersebut belum bisa dijadikan acuan.
Harga Diduga Hanya Placeholder
Billbil_kun, sosok yang dikenal memiliki rekam jejak akurat dalam membocorkan informasi ritel industri game, menegaskan bahwa harga yang muncul di situs Fnac kemungkinan besar hanyalah placeholder atau harga sementara.
Menurutnya, kode EAN yang tercantum pada produk-produk tersebut tidak sesuai dengan rentang barcode yang selama ini digunakan oleh Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar Games. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa daftar tersebut belum mencerminkan harga resmi GTA 6.
Karena itu, klaim bahwa GTA 6 versi standar akan dijual seharga 80 dolar AS masih belum memiliki dasar yang kuat.
Baca Juga: Pre Order GTA VI Segera Dibuka, Simak Jadwal, Harga, dan Cara Pemesanannya
Meski rumor tersebut dibantah, sejumlah analis pasar tetap menilai harga 80 dolar AS bukanlah sesuatu yang mustahil untuk GTA 6.
Analis dari Jefferies Financial Group memperkirakan game tersebut berpotensi menjadi salah satu produk hiburan terbesar dalam sejarah. Dengan antusiasme yang sangat tinggi dari para penggemar, mereka menilai banyak pemain akan tetap bersedia membayar lebih mahal demi mendapatkan akses lebih awal ke game yang telah lama dinantikan tersebut.
Menurut mereka, GTA 6 memiliki peluang besar untuk memecahkan berbagai rekor penjualan dan menghasilkan pendapatan miliaran dolar dalam waktu singkat setelah peluncurannya.
CEO Take-Two Isyaratkan Harga yang Wajar
Di sisi lain, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, sebelumnya memberikan sinyal bahwa perusahaan akan menerapkan harga yang "masuk akal" dan "adil" bagi konsumen.
Pernyataan tersebut memunculkan harapan bahwa harga GTA 6 tidak akan jauh berbeda dari standar game AAA saat ini yang umumnya dipasarkan seharga 70 dolar AS atau sekitar Rp1,2 juta.
Seluruh spekulasi mengenai harga resmi, bonus pre-order, hingga kemungkinan hadirnya edisi kolektor diperkirakan akan terjawab ketika Rockstar Games mengumumkan detail pemesanan awal GTA 6 pada 25 Juni mendatang.
Hingga saat itu, rumor mengenai banderol harga game yang digadang-gadang sebagai salah satu peluncuran terbesar dalam sejarah industri game masih akan terus menjadi perdebatan di kalangan penggemar.