← Beranda
Cara Khofifah-Emil Jaga Kedekatan dengan Warga Jatim Lewat Tradisi Riyayan Lebaran
Novia HerawatiSelasa, 24 Maret 2026 | 15.11 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menggelar acara Riyayan untuk memperat silaturahmi dan kedekatan dengan warga Jatim, Sabtu - Senin (21-23/3). (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Setiap pemimpin memiliki cara masing-masing untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Momen Hari Raya Idulfitri pun menjadi waktu yang tepat untuk menjaga tali silaturahmi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memilih tradisi riyayan sebagai wadah silaturahmi yang hangat, terbuka, dan tanpa batas.

Sejak hari pertama Lebaran, keduanya turun langsung menyapa warga, memperkuat kedekatan emosional, serta menghadirkan suasana kebersamaan di tengah masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga: Turki Usulkan Gencatan Singkat Antara Iran Vs AS-Israel untuk Redakan Konflik di Timteng

Riyayan Hari H Lebaran di Grahadi, Warga Antre Sejak Pagi

Pada hari pertama Idulfitri, Sabtu (21/3), Gubernur Khofifah menggelar tradisi riyayan di Gedung Negara Grahadi. Sejak pagi buta, warga sudah memadati lokasi untuk bersalaman langsung dengan orang nomor satu di Jatim ini.

Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang warga yang datang dari berbagai daerah. Mereka ingin menyampaikan ucapan Lebaran sekaligus bertemu langsung dengan gubernur dan wakil gubernur.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa tanpa sekat. Warga dari berbagai latar belakang membaur, mencerminkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat dalam momen hari kemenangan.

Baca Juga: Minibus Tabrak 4 motor di Pantai Indah Kapuk, Dua Orang Tewas

“Alhamdulillah, kita telah sampai ke Idulfitri. Saya ingin maaf-maafan langsung dengan masyarakat agar ke depan bisa lebih legowo sebelum kembali menjalankan tugas,” tutur Khofifah di Surabaya.

"Yang datang ke sini adalah masyarakat dari berbagai ragam latar belakang. Dan ini usaha kami memberseiringi lebaran mereka. Harapannya mereka bisa tetap menikmati setelah membawa bekal dari sini," imbuhnya.

Selain bersilaturahmi, masyarakat juga menikmati berbagai hidangan gratis dari pedagang kaki lima. Menu seperti soto ayam, nasi goreng, hingga bakso disajikan untuk dinikmati bersama.

Tak berhenti di situ, warga yang hadir mendapatkan paket sembako berisi beras, biskuit, dan mi instan. Bantuan ini disambut antusias karena dinilai membantu kebutuhan rumah tangga.

Salah satu warga Surabaya, Siti Aminah, mengaku antusias datang ke Gedung Negara Grahadi. Tanpa mengenakan alas kaki, ia semangat untuk mengantre berlebaran bersama Gubernur Khofifah sejak pagi.

"Saya ke sini setiap tahun. Alhamdulillah, acara ini sangat membantu sekali. Saya sangat berterimakasih kepada Gubernur Khofifah," ucap Aminah berkaca-kaca sambil menenteng sembako di tangannya.

Baca Juga: Prabowo Telepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas Ucapkan Idul Fitri

Open House, Warga Padati Kediaman Gubernur Khofifah di Jemursari, Surabaya
Memasuki H+1 Lebaran, Minggu (22/3), tradisi riyayan berlanjut melalui open house di kediaman Khofifah Indar Parawansa di kawasan Jemursari, Surabaya.

Kegiatan ini digelar selama dua hari dengan dua sesi setiap harinya. Tidak kalah antusias dengan Grahadi, ribuan warga dari berbagai daerah dan kalangan memenuhi kediaman Gubernur Khofifah sejak pagi.

Acara berjalan gayeng dan penuh keakraban. Warga tampak santai bercengkerama, menikmati hidangan bersama, serta bergantian bersalaman dengan gubernur dalam nuansa kekeluargaan yang hangat.

"Tradisi Riyayan ini karena sekarang Idul fitri, kita maksimalkan dengan silaturahim. Menurut Rasullullah, silaturahim itu bisa memanjangkan umur, bisa meluaskan rezeki. Dan tentu harapan kita ini menguatkan seduluran," ucap Khofifah.

Baca Juga: Bak Langit dan Bumi! Ranking FIFA Timnas Indonesia dan Malaysia Kini Berjarak 14 Peringkat

Menurutnya, tradisi riyayan menjadi upaya mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kebersamaan. Pertemuan lintas kalangan dinilai penting untuk membangun harmoni sosial di Jawa Timur.

Selain bersalaman, warga juga menikmati hidangan kuliner dari pelaku UMKM dan pedagang kaki lima secara gratis. Beragam menu khas seperti semanggi, tahu campur, hingga mi goreng disajikan.

Melalui tradisi riyayan, Khofifah Indar Parawansa berharap semangat kebersamaan dan kepedulian terus terjaga, serta energi positif Idulfitri dapat mendorong gotong royong demi mewujudkan Jawa Timur yang lebih sejahtera.

"Kita berbahagia bisa menerima tamu dari berbagai kalangan. Semoga tradisi silaturahmi semacam ini bisa terus dipererat, setiap sapaan yang terjalin membawa kebahagiaan. Selamat lebaran, mohon maaf lahir batin," pungkasnya. 

EDITOR: Bintang Pradewo