JawaPos.com-Datangnya masa haid saat Ramadhan kerap membuat sebagian muslimah merasa khawatir karena tidak dapat menjalankan beberapa ibadah utama seperti salat dan puasa. Padahal, kesempatan untuk meraih pahala di bulan suci tetap terbuka melalui berbagai amalan lain yang dianjurkan dalam Islam.
Dalam salah satu ceramahnya, Oki Setiana Dewi menjelaskan bahwa perempuan yang sedang haid memang tidak diperbolehkan menjalankan ibadah tertentu seperti salat, puasa, dan tawaf. Namun, masih banyak amalan yang dapat dilakukan untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT selama Ramadhan.
Menurutnya, muslimah tetap dapat mengisi hari-hari di bulan suci dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan amalan selama Ramadhan meski sedang dalam masa halangan.
1. Memperbanyak zikir dan istigfar
Zikir dan istigfar merupakan amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat sedang haid. Dengan memperbanyak memohon ampun kepada Allah SWT, seorang muslimah tetap dapat mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang mendekatkan diri kepada-Nya.
Amalan ini juga sering dianjurkan oleh ulama sebagai jalan untuk memohon kebaikan dalam kehidupan.
2. Membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf
Perempuan yang sedang haid masih dapat membaca Al-Qur’an selama tidak menyentuh mushaf secara langsung. Cara yang dapat dilakukan misalnya membaca melalui aplikasi di ponsel, melihat terjemahan Al-Qur’an, atau menggunakan pembatas seperti sarung tangan.
Cara ini memungkinkan muslimah tetap menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an selama Ramadhan.
3. Mengisi waktu dengan menuntut ilmu
Menambah pengetahuan agama juga dapat menjadi amalan yang bernilai ibadah. Waktu dapat dimanfaatkan dengan membaca buku keislaman atau mendengarkan ceramah melalui berbagai platform digital.
Kegiatan ini membantu memperdalam pemahaman agama sekaligus menjaga semangat ibadah selama bulan Ramadhan.
4. Berbuat baik kepada sesama
Berbagi kebaikan menjadi salah satu cara meraih pahala di bulan Ramadhan. Contohnya dengan menyiapkan makanan berbuka puasa bagi keluarga atau orang lain yang sedang berpuasa.
Perbuatan sederhana seperti membantu menyiapkan hidangan berbuka dapat menjadi amal bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang tulus.
5. Meluruskan niat dan menghindari rasa malas
Masa haid tidak seharusnya menjadi alasan untuk bermalas-malasan selama Ramadhan. Muslimah tetap dianjurkan mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat serta ibadah yang masih diperbolehkan.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan Jumat, 13 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
Selain itu, setiap amal hendaknya dilakukan dengan niat yang benar karena nilai ibadah sangat bergantung pada niat seseorang. Dengan niat yang tulus, setiap aktivitas dapat bernilai ibadah di sisi Allah SWT. (*)