← Beranda
Bukber Ramadhan : Apakah Sarana Silaturahmi atau Hanya Sekadar Formalitas? Simak Penjelasan Lengkapnya
Risma Aris MayaSabtu, 21 Februari 2026 | 12.48 WIB
Bukber (buka bersama) adalah salah satu momen untuk mempererat persaudaraan dan silaturahmi (freepik)

JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan identik dengan berbagai tradisi ibadah salah satunya buka bersama (bukber) yaitu sebuah momen dimana keluarga, teman dan komunitas berkumpul untuk membatalkan puasa bersama setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Kegiatan buka bersama sering dipandang sebagai momen silaturahmi dan mempererat hubungan sosial antara sesama tetapi ada pula sebagian orang bukber justru bisa terasa sekadar formalitas saja tanpa makna mendalam.

Lantas bukber ini sebenarnya untuk wadah silaturahmi atau sekadar formalitas saja?

Baca Juga: Berkah Ramadhan! Kata Alaeddine Ajaraie Usai Buka Keran Gol Bareng Persija Jakarta, Bahagia Pecah Telur di Bulan Puasa

Dilansir dari laman Muslim Family Hub, Embrace Relief Foundation dan United Kingdom Islamic Mission, Sabtu (21/2) berikut penjelasan lengkapnya terkuat tujuan sejatinya dari buka bersama di bulan Ramadhan :

  1. Asal Usul dan Tradisi Bukber dalam Islam

Buka bersama disebut dalam berbagai tradisi Islam sebagai kesempatan untuk beribadah sambil berbagi makanan dengan sesama setelah puasa seharian. 

Tradisi buka bersama ini tidak hanya berlaku untuk keluarga inti tetapi juga sering dilakukan bersama komunitas, tetangga bahkan orang dari latar belakang berbeda.

Meskipun tidak ada kewajiban formal agar semua orang harus mengadakan bukber setiap hari, banyak keluarga dan komunitas menganggap acara ini sebagai bagian penting dari ibadah mereka di bulan Ramadhan. 

Baca Juga: Riwayat Cedera di Jepang Bayangi Karir Bruno Paraiba Bersama Persebaya

Di beberapa daerah, buka bersama juga menjadi kesempatan untuk berbagi makanan dengan yang kurang mampu seperti diadakan di masjid atau pusat komunitas untuk siapa pun yang membutuhkan. 

Intinya bukber ini bukan hanya ramah sosial tetapi juga membantu memperkuat hubungan antar individu di komunitas Muslim yang lebih luas.

  1. Bukber sebagai sarana mempererat Silaturahmi

Salah satu inti puasa Ramadhan adalah meningkatkan rasa persaudaraan dan silaturahmi dan bukber sering menjadi momen yang tepat untuk mewujudkannya.

Menurut sumber dari komunitas international, buka bersama bisa membantu menguatkan ikatan sosial keluarga dan teman sambil menciptakan kenangan bersama.

Baca Juga: 4 Keistimewaan Makan Sahur: Tidak Dihisab hingga Keistimewaan Khusus bagi Umat Islam

Bahkan bukber di lingkungan masyarakat seperti di masjid atau acara umum bisa mempertemukan orang yang sudah lama tidak bertemu atau yang bahkan baru saling mengenal.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan bukber memiliki potensi untuk memperkuat jaringan sosial yang lebih luas bukan sekadar kumpul biasa.

  1. Bukber dan Kesejahteraan Mental

Berbuka puasa bersama juga memiliki dampak positif pada kesejahteraan mental individu terutama dalam konteks isolasi sosial atau kesepian.

Baca Juga: Bintang Persib Eliano Reijnders Tulis Pesan Khusus ke Eks Rekan Setimnya di PEC Zwolle yang Putuskan Pensiun Dini

Pasalnya makan bersama dengan orang yang kita sayangi atau dengan komunitas dapat meningkatkan rasa keterikatan emosional dan memberi suasana hangat yang membantu mengurangi rasa kesepian.

Hal ini sangat penting karena penelitian sosial menunjukkan bahwa interaksi sosial yang positif berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih baik.

Dalam konteks Ramadhan, ketika rutinitas harian berubah, bukber menjadi bagian dari kebiasaan yang membantu orang merasa lebih terhubung secara emosional.

Kegiatan ini bisa memberi ruang untuk obrolan santai, berbagi harapan dan mendiskusikan pengalaman pribadi selama puasa yang semuanya dapat meningkatkan empati. 

  1. Risiko bukber hanya sebagai formalitas

Namun, ada pula pandangan bahwa sebagian bukber bisa terjatuh menjadi sekadar formalitas sosial tanpa makna spiritual yang kuat ketika tujuannya hanyalah kumpul makan tanpa fokus pada ibadah atau nilai Ramadhan. 

Beberapa individu mengeluhkan bahwa dalam beberapa pertemuan, fokus lebih ke pesta makanan dan percakapan daripada refleksi agama dan peningkatan hubungan spiritual. 

Hal ini menunjukkan pentingnya niat dan kesadaran dalam menjalani bukber agar acara tersebut tetap bermakna dan selaras dengan nilai Ramadhan. 

Oleh karena itu, beberapa muslim memilih strategi untuk memasukkan aspek ibadah seperti doa bersama, berbagi cerita tentang pengalaman puasa atau bahkan diskusi dalam cara bukber.

EDITOR: Hanny Suwindari