JawaPos.com - Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) berkolaborasi dengan Lovepink (Yayasan Daya Dara Indonesia) untuk mendorong deteksi dini kanker payudara sekaligus memperkuat dukungan bagi para pejuang (warriors) dan penyintas (survivors) kanker.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Hospital Director MHJS dr. Fiktorius Kuludong, M.M. dan Vice Chairwoman Lovepink Anita D. Sulistyowati. Kerja sama ini membuka akses komunitas Lovepink terhadap layanan kanker yang komprehensif dan terintegrasi di Oncology Center MHJS.
Hospital Director MHJS dr. Fiktorius Kuludong mengatakan, penanganan kanker tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga dukungan di setiap tahap perjalanan pasien.
“Bagi Mayapada Hospital, cancer care bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi memastikan pasien mendapatkan dukungan yang tepat di setiap tahap perjalanannya,” ujar dr. Fiktorius, Jumat (19/7).
Menurutnya, Oncology Center MHJS menerapkan Comprehensive Cancer Care dengan dukungan tim multidisiplin dan teknologi medis untuk menangani pasien mulai dari skrining, diagnosis, terapi hingga pemantauan setelah pengobatan.
Baca Juga: Mayapada Dental Care Hadirkan Layanan Gigi Berbasis Hospital Grade
Sementara itu, Vice Chairwoman Lovepink Anita D. Sulistyowati menyambut baik kolaborasi tersebut. Dia menilai setiap breast cancer warrior dan survivor memiliki perjalanan serta kebutuhan dukungan yang berbeda.
“Kami melihat Mayapada Hospital Jakarta Selatan tidak hanya menawarkan teknologi dan layanan medis, tetapi juga menghadirkan semangat untuk benar-benar menemani pasien dalam perjalanan mereka,” kata Anita.
Senada dengan itu, Chief Operating Officer MHJS Joyce Rahayu Kusumariyadi menekankan pentingnya deteksi dini dan dukungan komunitas bagi pasien kanker.
“Nomor satu, deteksi dini segera. Tidak usah denial, hadapi ke depan. Untuk itu, bergaullah dengan komunitas yang memberikan masukan-masukan positif untuk bisa menghadapi apa yang terjadi dari semua deteksi yang ada,” tegasnya.
Joyce menambahkan, dukungan tersebut sejalan dengan tagline MHJS, yakni Walk Every Journey with C.A.R.E. Menurut Joyce, pasien kanker membutuhkan partner yang dapat memberikan dukungan positif selama menjalani perawatan.
Dari sisi layanan medis, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kanker dan Kelainan Darah MHJS dr. Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM, menjelaskan bahwa terapi seperti kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
“Pemilihan terapi tidak dapat dilakukan secara terpisah, tetapi perlu mempertimbangkan kondisi dan karakteristik kanker setiap pasien melalui evaluasi bersama tim multidisiplin,” jelas Martha.
Oncology Center MHJS menyediakan layanan Breast Unit yang mencakup skrining, diagnosis, terapi, hingga pemantauan lanjutan. Layanan tersebut didukung 3D mamografi, 4D USG mammae, Vacuum-Assisted Breast Biopsy (VABB), PET-CT Scan, laboratorium, radiologi, rawat inap, hingga rehabilitasi medis.
Pengalaman tersebut dirasakan breast cancer survivor komunitas Lovepink, Ferita Deasy, yang pernah menjalani mastektomi, pengangkatan ovarium, radiasi, kemoterapi, hingga targeted therapy setelah didiagnosis kanker payudara tipe triple positive.
“Saya merasakan tim dokter bersinergi bersama dan memberikan penjelasan yang cukup detail kepada saya, sehingga kami bisa memutuskan tindakan terbaik yang akan saya jalani. Saat ini saya sudah sehat, bugar, dan dapat kembali bekerja,” ungkap Ferita.
Anggota Lovepink lainnya, Michaela Primastuti, juga membagikan pengalamannya menjalani pemeriksaan PET-CT Scan di MHJS. Ia mengaku lebih tenang karena proses pemeriksaan dijelaskan secara terarah dan didukung ruang persiapan yang nyaman.
Dalam kolaborasi ini, anggota komunitas Lovepink juga memperoleh harga khusus sejumlah layanan, termasuk PET-CT Scan Rp 10 juta, diskon 15 persen untuk rawat inap, laboratorium, radiologi rawat jalan, dan rehabilitasi medis rawat jalan. Tersedia pula harga khusus mamografi, yakni Rp 350 ribu untuk 2D mamografi dan Rp 799 ribu untuk 3D mamografi.