← Beranda
Didiagnosis Penyakit Jantung, Sulistiyatno Terbantu JKN Jalani Kontrol Rutin
Dimas ChoirulSabtu, 29 Agustus 2026 | 04.27 WIB
Sulistiyatno (56) merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui program ini, ia dapat menjalani rangkaian pengobatan hingga kontrol rutin setiap bulan tanpa terbebani biaya. (Istimewa)

JawaPos.com – Ketika dokter menyampaikan bahwa dirinya mengalami penyakit jantung koroner dan harus menjalani pemasangan ring jantung, hal pertama yang terlintas di pikiran Sulistiyatno (56) adalah biaya pengobatan.

Kekhawatiran tersebut perlahan berubah setelah Sulistiyatno merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui program ini, ia dapat menjalani rangkaian pengobatan hingga kontrol rutin setiap bulan tanpa terbebani biaya.

“Hal pertama yang saya pikirkan ketika dokter mendiagnosa bahwa saya memiliki penyakit jantung koroner dan harus memasang kateter di jantung adalah biaya,” ungkapnya pada Senin (24/08).

Sulistiyatno menjalani pengobatan setelah didiagnosis mengalami penyakit jantung koroner hingga menjalani tindakan pemasangan ring. Setelah itu, kontrol rutin menjadi bagian dari kesehariannya untuk menjaga kondisi kesehatan tetap stabil.

Menurut Sulistiyatno, proses pelayanan menggunakan JKN cukup mudah. Ia cukup mengikuti prosedur mulai dari mendapatkan rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga mengambil antrean kontrol di rumah sakit melalui Aplikasi Mobile JKN.

Baca Juga: Perkuat Literasi Program JKN, BPJS Kesehatan Jalin Sinergi dengan Keuskupan Agung Jakarta

“Pertama, harus punya rujukan dari klinik faskes pertama. Selanjutnya, mendaftar ke rumah sakit untuk mendapat nomor antrean melalui aplikasi Mobile JKN. Jadi untuk memantau dan memastikan kondisi kesehatan jantung tetap stabil melalui kontrol bulanan ini prosesnya sangat mudah,” jelasnya.

Kemudahan juga dirasakan Sulistiyatno saat menggunakan fitur antrean online Mobile JKN. Melalui fitur tersebut, ia dapat mengambil nomor antrean sebelum datang ke fasilitas kesehatan sehingga waktu kunjungan menjadi lebih praktis.

“Mengambil antrean kontrol bulanan melalui aplikasi JKN sangat mudah dan cepat yang mana kita tinggal buka aplikasi dan hanya klik saja. Jadi tidak perlu menunggu lama untuk mencari antrean, dari rumah pun kita sudah bisa mendaftarkan diri untuk antrean,” ujarnya.

Bagi Sulistiyatno, manfaat JKN tidak hanya dirasakan ketika membutuhkan pengobatan, tetapi juga melalui layanan promotif dan preventif seperti skrining kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan sejak dini dapat membantu masyarakat mengetahui risiko penyakit sebelum kondisi menjadi lebih berat.

“Sebetulnya kita bisa memanfaatkan layanan yang disediakan oleh JKN, salah satunya skrining kesehatan. Potensi penyakit dapat terdeteksi lebih awal, jadi tidak menunggu ada gejala sakit dan setelah dicek ternyata didiagnosis penyakit parah,” jelasnya.

Sebagai peserta JKN, Sulistiyatno berharap layanan kesehatan terus berkembang dan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Bagi masyarakat yang belum memahami apa itu JKN, jangan ragu dan takut untuk meminta bantuan secara langsung kepada petugas yang ada di BPJS Kesehatan sehingga nantinya jaminan kesehatan kita melalui JKN ini dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin