← Beranda
Cegah Stunting dari Hulu, RSUD Kota Tangerang Perkuat Siklus Emas Kehidupan
ARMSabtu, 15 Agustus 2026 | 05.40 WIB
Seminar dan in house training bertema “Siklus Emas Kehidupan: Dari Perencanaan Kehamilan hingga Pengasuhan Optimal Bebas Stunting” di RSUD Kota Tangerang. (Istimewa)

 
JawaPos.com — Membangun generasi sehat tidak cukup dimulai ketika seorang anak lahir. Fondasi kesehatan justru perlu disiapkan jauh sebelumnya, bahkan sejak pasangan merencanakan pernikahan dan kehamilan.

Pesan inilah yang mengemuka dalam seminar dan in house training bertema “Siklus Emas Kehidupan: Dari Perencanaan Kehamilan hingga Pengasuhan Optimal Bebas Stunting” yang digelar RSUD Kota Tangerang, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula dan Ruang Rapat 1 Lantai 4 RSUD Kota Tangerang tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader untuk memastikan edukasi pencegahan stunting benar-benar sampai kepada masyarakat.

Baca Juga: RSUD Kota Tangerang Raih Capaian Tertinggi Nasional dalam Penanganan TBC Paru

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dr. dr. Dini Anggraeni, MM, mengatakan pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Intervensi tidak boleh menunggu sampai anak mengalami gangguan pertumbuhan.
“Jadi yang calon pengantin diperiksa termasuk triple eliminasi, HIV dan lain-lain. Kemudian setelah dia diperiksa sudah lulus, menikah, hamil dijagain ibu hamilnya,” ujar Dini.

Menurut Dini, pendekatan tersebut menggambarkan pentingnya melihat kesehatan sebagai sebuah siklus. Mulai dari calon pengantin, persiapan kehamilan, masa kehamilan, persalinan, hingga pengasuhan anak, setiap tahapan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas generasi mendatang.

Di Kota Tangerang, upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi antara rumah sakit, puskesmas, kader dan berbagai program pelayanan masyarakat.

“Kita punya kader Posyandu, kader Srikandi, kita punya program Babah Bahagia termasuk yang ada di RSUD Kota,” katanya.

Tak berhenti pada masa kehamilan dan persalinan, perhatian juga diarahkan agar setiap bayi yang lahir segera mendapatkan hak dasar administrasi dan jaminan kesehatan.
“Jadi setiap yang lahir langsung dapat KK, BPJS, jaminannya kalau belum dijaminkan, dan sebagainya,” ungkap Dini.

Bagi Dini, membangun generasi sehat merupakan kerja bersama. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan di RSUD Kota Tangerang diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diteruskan oleh tenaga kesehatan dan kader melalui edukasi kepada keluarga.

“Maka saya mau ke mana lagi selain kepada Bapak-Ibu sekalian untuk sama-sama menyukseskan program ini,” tegasnya.

Ia menilai, keberhasilan program kesehatan pada akhirnya bukan semata-mata diukur dari angka penurunan stunting. Lebih jauh, intervensi tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan anak-anak yang tumbuh sehat dan berkualitas.

“Kita jaga supaya nanti calon-calon penerus kita, anak-anak kita, cucu dan sebagainya, baik itu anak sendiri, anak tetangga, anak orang lain, ini bisa menjadi generasi yang akan memperbaiki kondisi-kondisi berikutnya, khususnya negara kita,” ujarnya.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan siklus kehidupan ibu dan anak. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan reproduksi dan fertilitas, Inisiasi Menyusu Dini atau IMD, Perawatan Metode Kanguru atau PMK, ASI eksklusif, kesehatan stunting hingga jejaring rujukan PONEK.

Materi kesehatan reproduksi dan fertilitas disampaikan dr Ade Permana, SpOG, Subsp.Fer. Sementara materi IMD, PMK, ASI eksklusif dan pemberdayaan kelompok ASI disampaikan dr Angelia Septiane Beandda, DPPS, Sp.A.

Selanjutnya, materi kesehatan stunting diberikan dr Anak Agung Eka Widya Saraswati, SpGK. Adapun materi jejaring rujukan PONEK disampaikan dr Muhammad Hatta, SpOG.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan in house training bagi tenaga kebidanan RSUD Kota Tangerang. Pelatihan menghadirkan dr Ivan M Sondakh, Sp.OG, Pj dan Bidan Anida Soraya sebagai pembicara.

Sekitar 60 peserta eksternal yang terdiri dari perwakilan puskesmas dan kader mengikuti kegiatan tersebut. Sementara dari unsur kebidanan terdapat sekitar 25 peserta. Sejumlah kepala puskesmas juga turut hadir.

Salah satu peserta, Imas Nurjanah, menilai pembekalan tersebut memberikan manfaat karena pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan saat memberikan pelayanan maupun edukasi kepada pasien dan keluarga.

“Seminar tentang siklus emas untuk pertumbuhan supaya terjadi generasi yang memang direncanakan lebih baik, itu dari mulai perencanaan kehamilan atau dari mulai fertilisasi,” ujar Imas.

Menurutnya, perencanaan kehamilan juga harus menjadi tanggung jawab bersama antara calon ayah dan calon ibu. Pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan oleh pasangan secara bersama-sama agar kondisi kesehatan dapat diketahui sejak awal.

“Memang harus dari suami dan istrinya juga untuk datang bersama-sama, melihat masalahnya seperti apa yang terjadi, jadi tidak saling menyalahkan,” katanya.

Persiapan sebelum kehamilan, lanjut Imas, juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan serta kecukupan nutrisi. Asam folat, kalsium dan berbagai vitamin menjadi bagian yang perlu diperhatikan sesuai kebutuhan masing-masing.

Pendekatan inilah yang membuat pencegahan stunting tidak lagi dipandang sebagai program yang baru berjalan ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Pencegahan dimulai dari hulu, dengan memastikan pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan kesehatan untuk membangun keluarga.

RSUD Kota Tangerang bersama Dinas Kesehatan, puskesmas dan kader terus mendorong agar konsep siklus emas kehidupan menjadi bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat.
Mulai dari pemeriksaan calon pengantin, perencanaan kehamilan, pendampingan ibu hamil, proses persalinan, pemberian ASI hingga pengasuhan anak, setiap tahapan dipandang sebagai mata rantai yang saling berkaitan.

Semakin kuat pendampingan pada setiap mata rantai tersebut, semakin besar pula peluang anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Semangat itulah yang dibawa RSUD Kota Tangerang dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Merawat kesehatan generasi penerus bukan pekerjaan sehari, tetapi perjalanan panjang yang dimulai dari satu langkah sederhana: mempersiapkan kehidupan bahkan sebelum kehidupan itu dimulai.

 

Reporter: Hakin Najili

EDITOR: Banu Adikara