← Beranda
Lelah Fisik dan Mental, Kenali Ciri-ciri Kamu Sedang Burnout dan Cara Mengatasinya
Indah Alfa RosaJumat, 5 April 2024 | 11.00 WIB
seorang pria kelelahan bekerja diambil dari freepik.com

JawaPos.com – Burnout merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kelelahan yang cukup berat dipicu oleh pekerjaan. Sehingga keadaan tersebut mampu mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Kondisi burnout biasanya dapat disebabkan orang tersebut memaksakan diri untuk terus bekerja, bosan terhadap pekerjaannya, memiliki beban kerja yang berat, lingkungan pekerjaan yang buruk, hingga kurangnya apresiasi dari atasannya.

Ciri utama yang sering terjadi ketika seseorang mengalami burnout, yaitu selalu merasa lelah dan stres saat melakukan kegiatan sehari-hari.

Selain itu, teradapat beberapa ciri-ciri umum dikutip dari siloamhospitals.com sebagai berikut.

1. Kehilangan semangat dan minat beraktivitas

Kehilangan semangat dan minat melakukan aktivitas sehari-hari menjadi salah satu ciri-ciri dari burnout.

Kelelahan yang dialami bisa dipicu karena memaksakan diri untuk melakukan suatu kegiatan dalam jangka waktu lama sehingga dapat menguras banyak energi.

2. Membenci pekerjaan yang dijalankan

Kondisi burnout dapat membuat seseorang merasa sulit berkonsentrasi dan tidak kompeten, tertekan, serta terbebani hingga menimbulkan rasa benci terhadap pekerjaan yang dijalankan.

Oleh sebab itu, burnout dapat memunculkan rasa lelah berkepanjangan yang bisa menyebabkan timbulnya stres hingga frustasi saat bekerja.

Bahkan, kondisi tersebut juga memicu perfoma kerja seseorang menjadi menurun dan kurang memuaskan.

3. Merasa tidak berharga

Timbulnya perasaan bahwa dirinya tidak berharga dan tidak berguna menjadi salah satu ciri-ciri mengalami burnout.

Hal ini biasanya terjadi akibat penurunan kinerga dan produktivitas yang menyebabkan pencapaian juga ikut menurun.

4. Mudah marah

Seseorang dalam kondisi burnout cenderung memiliki perasaan mudah marah dan tersinggung.

Hal ini biasanya terjadi karena adanya pekerjaan yang menumpuk dan tidak kunjung selesai, sehingga perfoma kerja menurun. Kondisi tersebut yang dapat membuat lebih sensitive.

5. Cenderung tertutup dari lingkungan sosial

Penderita burnout yang memiliki perasaan stres dan frustasi dapat membuatnya bersikap sinis terhadap orang-orang disekitarnya.

Mereka juga kerap menganggap aktivitas sehari-harinya menjadi beban hidup, sehingga menimbulkan perasaan enggan bersosialisai.

6. Mudah sakit

Burnout juga berisiko menurunkan sistem imun tubuh jika kondisinya terjadi dalam jangka waktu panjang, yang mampu membuat seseorang rentan terkena berbagai penyakit, seperti flu, sakit perut dan sebagainya. Bahkan, burnout berkepanjangan bisa menyebabkan insomnia hingga depresi.

7. Sakit kepala

Salah satu ciri-ciri burnout yang umum terjadi yaitu tension headache. Kondisi ini ditandai dengan sakit kepala tegang yang rasa nyerinya bisa menyebar ke sehitar dahi, bagian belakang kepala, leher, hingga bahu.

Baca Juga: 7 Trik Psikologi Agar Menjadi Orang yang Karismatik, Salah Satunya Tersenyum dengan Mata Anda

Burnout menjadi kondisi yang buruk apabila tidak diatasi dengan baik, sebab mampu membuat penderitanya kehilangan motivasi dan semangat untuk bekerja. Bahkan bisa kehilangan minat dan ketertarikan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Melansir dari alodokter.com ada enam tips atau cara untuk mengatasi burnout, diantaranya:

· Membuat prioritas pekerjaan dari yang penting menjadi kurang penting

· Komunikasikan dengan atasan mengenai kerisauan yang dirasakan

· Bersikap realistis dengan mengurangi ekspetasi dan memberikan apresiasi diri sendiri

· Menceritakan apa yang dirasakan kepada orang terdekat dan dipercaya

· Jaga keseimbangan hidup dengan baik

· Menerapkan gaya hidup sehat dengan cara mengkonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup.

EDITOR: Hanny Suwindari