JawaPos.com - Kapal Induk Giuseppe Garibaldi baru saja tiba di Jakarta pada Jumat (18/9). Alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk TNI AL itu memiliki spesifikasi mumpuni. Sanggup mengangkut belasan helikopter dan drone tempur di atas deck-nya.
Berdasar keterangan resmi TNI AL, kapal induk bernama lengkap TS Giuseppe Garibaldi itu memiliki panjang 180,2 meter; lebar 33,4 meter; dan draft 6,7 meter. Kapal tersebut dibekali sistem pendorong yang terdiri atas Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG) dan 4 Turbin Gas General Electric Avio LM2500.
”Kapal ini menghasilkan daya 81 ribu tenaga kuda dengan kecepatan maksimal 30 knot. Untuk jarak jelajahnya 7 ribu mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot,” ungkap TNI AL.
Dalam keterangan yang sama, TNI AL menyatakan bahwa kapasitas angkut kapal induk tersebut lebih dari 10-18 helikopter kelas menengah berat, drone tempur dan jenis lainnya, serta bisa mengakomodasi hingga 830 personel gabungan TNI.
Baca Juga: Alasan TNI AL Bangun Pangkalan Kapal Induk di Lampung, Akses dan Aspek Geografis Strategis
Sesuai dengan rencana awal, kapal induk tersebut akan berfungsi untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Khususnya dalam penanganan bencana alam dan bantuan kemanusiaan.
Kehadiran kapal induk tersebut mempertegas langkah maju TNI dalam memperkuat dan memodernisasi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL. Langkah itu juga sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pertahanan dan pengamanan wilayah laut Indonesia.
”Mencerminkan kesiapan Indonesia dalam membangun kekuatan pertahanan berbasis teknologi tinggi, sekaligus menjawab tantangan keamanan maritim di masa depan,” jelas TNI AL.
Diberitakan sebelumnya, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi tiba di Jakarta pada Jumat pagi. Sesuai dengan rencana, kedatangan kapal induk dari Italia tersebut disambut langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan jajaran pejabat TNI.
Berdasar pantauan JawaPos.com, kapal induk yang akan diserahterimakan dari Pemerintah Italia kepada Pemerintah Indonesia itu merapat di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Menhan Sjafrie langsung meninjau kapal tersebut setelah merapat di dermaga.
Usai pengecekan itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang mendampingi Sjafrie menyatakan bahwa kapal induk tersebut dalam kondisi baik dan siap operasi 15-20 tahun ke depan.
”Kondisinya masih sangat baik sekali ya, dan mudah-mudahan nanti akan bisa bertahan digunakan oleh Angkatan Laut, oleh TNI Angkatan Laut, mungkin 15 sampai 20 tahun lagi,” kat Ali kepada awak media.
Ali mengungkapkan bahwa Menhan Sjafrie memeriksa dan mendapatkan penjelasan mengenai kapal induk tersebut secara komprehensif. Mulai ruangan demi ruangan sampai berbagai fungsi pada alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut.\
”Diperlihatkan bagaimana ruangan-ruangan kapal ini masih dan peralatannya, masih berfungsi dengan baik,” kata dia.