JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkap alasan instansinya membangun pangkalan kapal induk di Lampung. Selain akses, aspek geografis turut menjadi pertimbangan TNI AL.
Menurut Ali, Lampung dipilih dengan beberapa alasan dan pertimbangan. Salah satu yang paling penting adalah akses navigasi serta letak geografisnya yang menunjang operasional kapal induk.
”Lampung itu kenapa kami pilih karena dia situasi geografisnya sangat memungkinkan, kedalamannya juga cukup, draft-nya sekitar 8 meter, 8 setengah meter. Jadi, di sana cukup (untuk kapal induk),” terang Ali pada Jumat (18/9).
Tidak hanya itu, Ali menyebut, pangkalan di Lampung juga terlindungi. Sehingga cocok menjadi pangkalan bagi kapal induk TNI AL yang diambil dari Kapal Induk Giuseppe Garibaldi milik Angkatan Laut Italia.
Baca Juga: Kepala BGN Sudaryono Sebut Sekolah Negeri Bisa Tolak MBG
”Akses navigasinya bagus, agak terlindung juga. Mungkin itu yang jadi pilihan. Tapi, ada pangkalan-pangkalan lain juga yang kami siapkan, nanti kami pertimbangkan lagi,” imbuhnya.
Dalam operasionalnya, TNI AL menempatkan kapal induk tersebut di bawah Satuan Kapal Bantu. Namun, tidak menutup kemungkinan Angkatan Laut membentuk satuan khusus untuk kapal induk.
”Sementara kapal ini masuk di Satuan Kapal Bantu. Nanti kita lihat yang tepat dimana. Apakah kami perlu membangun satuan baru, apakah di Satban Koarmada atau di Kolinlamil. Nanti kami masih pertimbangkan itu,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi tiba di Jakarta pada Jumat pagi. Sesuai dengan rencana, kedatangan kapal induk dari Italia tersebut disambut langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan jajaran pejabat TNI.
Berdasar pantauan JawaPos.com, kapal induk yang akan diserahterimakan dari Pemerintah Italia kepada Pemerintah Indonesia itu merapat di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Menhan Sjafrie langsung meninjau kapal tersebut setelah merapat di dermaga.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) disampaikan bahwa Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dihibahkan oleh Pemerintah Italia kepada Indonesia. Kapal perang legendaris berjenis Through-deck Aviation Cruiser itu nantinya akan dinamai sebagai KRI Sriwijaya-100.
”Dalam pelayarannya kapal ini telah melalui rute global strategis selama 25 hari dengan jarak tempuh 6.870 nautical mile,” bunyi keterangan resmi tersebut.
Baca Juga: TNI AL Serahkan Retrofit Kapal Induk Giuseppe Garibaldi kepada PT PAL dan Fincantieri
Dari Italia, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi berlayar melintasi Terusan Suez, Laut Merah, dan Samudra Hindia. Beberapa negara yang disinggahi untuk pengisian ulang logistik, bahan bakar (refuelling), maupun layanan teknis terdiri atas Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka.
Setelah diserahterimakan, kapal induk itu akan melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Saat melaksanakan OMP, dia memastikan kapal induk tersebut akan dikawal oleh kapal-kapal fregat milik TNI AL.
”Kalau untuk OMSP, untuk penanggulangan bencana, operasi kemanusiaan, itu tidak perlu dikawal. Jadi, nanti fungsi dari kapal induk ini mungkin saat ini lebih difokuskan kepada OMSP, namun kita siapkan juga untuk OMP,” terang