← Beranda
TNI AL Sebut Pengadaan Kapal Selam Scorpene Butuh 7-8 Tahun
Syahrul YunizarKamis, 10 September 2026 | 01.09 WIB
Engineer PT PAL Indonesia garap proyek kapal selam Scorpene. (PT PAL)

JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyebut pengadaan Kapal Selam Scorpene dari Prancis butuh waktu 7-8 tahun.

Langkah strategis itu dibarengi dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM) serta infrastruktur pendukung lainnya, untuk membangun kekuatan bawah laut.

Ali menjelaskan, pengadaan Scorpene dibarengi dengan kerja sama antara PT PAL Indonesia dengan Naval Group yang membangun kapal selam tersebut.

Kerja sama itu berupa alih teknologi, untuk menigkatkan kemampuan Indonesia membangun kapal selam.

Baca Juga: Kapal Induk TNI AL Langsung Dikerahkan Untuk Membantu Tangani Karhutla

”PT PAL juga telah membangun kapasitas nasional dalam Maintenance, Repair, and Overhaul atau MRO kapal selam, sekaligus merintis pengembangan kapal selam otonom tanpa awak yaitu KSOT,” terang Ali Dalam Seminar Nasional Hiu Kencana Tahun 2026 di Seskoal, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Rabu (9/9). 

Proses pembangunan Kapal Selam Scorpen cukup panjang. Butuh waktu 7-8 tahun sampai kapal selam itu selesai dikerjakan.

Dalam rentang waktu tersebut, TNI AL butuh kapal selam interim, mengingat saat ini Indonesia hanya memiliki 4 kapal selam.

Masing-masing 1 kapal selam Kelas Cakra dan 3 Kapal Selam Kelas Nagapasa. Sementara wilayah perairan Indonesia sangat luas.

”Kemungkinan adanya kapal selam interim, ada beberapa negara yang sudah menawarkan, dan bisa jadi kita akan membeli dari beberapa negara yang sudah menawarkan itu,” ujarnya.

Baca Juga: Jaring Bibit Unggul, Koopsudnas Bakal Tawari Atlet Modern Pentathlon Pemenang Panglima Cup Masuk TNI

Selain itu, opsi lain untuk mengisi kekosongan selama menunggu hadirnya Kapal Selam Scorpene adalah membangun KSOT bersama PT PAL Indonesia.

Menurut Ali, itu lebih efektif dan efisien. Opsi tambahan dari TNI AL adalah mendatangkan kapal selam kecil atau midget submarine.

”Mungkin juga kita akan mengadakan kapal selam jenis itu. Jadi, hal-hal itu sangat memungkinkan. Tapi, keputusannya semua berada di Kementerian Pertahanan,” jelasnya.

Langkah lain yang tidak kalah penting, sambung Ali, adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM TNI AL, khususnya para submariner.

Hal itu perlu dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi mengikuti perkembangan teknologi bawah air.

Baca Juga: Pelaku Jambret HP WNA India di Menteng Ternyata Pernah Begal Perwira TNI di Monas

Seskoal dan lembaga pendidikan TNI AL sebagai center of excellence berperan penting, untuk mencetak kader-kader pemimpin yang memahami peperangan bawah air generasi baru.

”Regenerasi dan jenjang karir submariner yang menarik akan terus kami jaga demi keberlanjutan kader kekuatan bawah air kita dalam jangka panjang,” tegas Ali.

Ali yang juga pernah mengawaki kapal selam itu memastikan bahwa infrastruktur pendukung Kapal Selam Scorpene tengah disiapkan oleh instansinya.

Baik personel yang mengoperasikan maupun pangkalan untuk tempat sandar kapal selam tersebut.

”Ini sudah ada satgasnya, satuan tugas yang menangani masalah itu, dan dia sudah bekerja sama langsung dengan PT PAL dan Naval Group dari Prancis. Sebagian dari mereka juga ada yang belajar di Prancis. Jadi, kami sudah siapkan semuanya,” ujarnya.

Baca Juga: AHY Minta TNI-Polri Netral dalam Momentum Pemilu

EDITOR: Bayu Putra