JawaPos.com - Kapal Induk terbaru TNI AL, Giuseppe Garibaldi bakal lebih fokus digunakan untuk melaksanakan operasi kemanusiaan.
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul, peran dan fungsi kapal induk tersebut akan disesuaikan dengan doktrin Perisai Trisula Nusantara TNI.
”Untuk Garibaldi rencananya akan dioperasionalkan berfokus kepada Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam,” terang dia pada Selasa (25/8).
Rencananya, TNI AL akan menyertakan TNI AD dan TNI AU dalam operasional kapal induk tersebut. Khususnya para penerbang helikopter Angkatan Darat dan Angkatan Udara.
Baca Juga: Pangkalan di Lampung Rampung saat Kapal Induk Garibaldi Tiba Akhir September
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi bisa dijadikan sebagai tempat mendarat dan terbang bagi helikopter-helikopter TNI AD dan TNI AU.
Tunggul memastikan pelaksanaannya akan berjalan baik karena latihan sudah pernah dilakukan.
”Pelaksanaan giat take off landing akan melibatkan alutsista dari tri matra dan hal tersebut sudah pernah dilaksanakan pelatihan di Puspenerbal Juanda. Saat ini juga sedang dilaksanakan giat refreshing take off-landing tri matra, khususnya bagi pilot TNI AU dan TNI AD,” bebernya.
Karena dijadwalkan tiba di Indonesia pada akhir September 2026, Kapal Induk Garibaldi akan menjadi kado ulang tahun ke-81 TNI pada 5 Oktober nanti.
TNI AL memastikan, kapal tersebut akan terlibat dalam kegiatan sailing pass armada Angkatan Laut Indonesia di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Kapal Induk Garibaldi Dikawal Fregat saat Lintasi Laut Merah-Laut Arab
”Sesuai rencana awal Garibaldi rencananya akan dilibatkan sebagai salah satu unsur sailing pass, serta akan dilaksanakan giat take off-landing heli dari matra AU dan AD, sekaligus sebagai kapal VVIP,” jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi memulai pelayaran dari Italia menuju Indonesia pada Senin malam (24/8). Alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL itu akan singgah di Arab Saudi.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengungkapkan bahwa pelayaran tersebut sudah sesuai rencana awal.
”Dalam pelayarannya menuju Indonesia, Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez, dengan agenda singgah di Jeddah, Arab Saudi dan Colombo, Sri Lanka,” terang Rico.
Baca Juga: Butuh Waktu 3 Pekan Berlayar, Ini Jadwal Kapal Induk Garibaldi sampai di Indonesia
Menurut jenderal bintang satu TNI AD tersebut, pelayaran dari Colombo akan diteruskan dengan menyesuaikan rencana operasi dan navigasi kapal induk pertama milik Indonesia tersebut.
”Sebelum melanjutkan pelayaran menuju Indonesia. Untuk detail rute pelayaran selanjutnya akan menyesuaikan dengan rencana operasi dan navigasi kapal,” terang dia.