← Beranda
TNI Tingkatkan Latihan dengan Militer Tiongkok, Pertukaran Prajurit hingga Level Bintara dan Tamtama
Syahrul YunizarJumat, 21 Agustus 2026 | 17.28 WIB
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyambut kedatangan Menhan Tiongkok Admiral Dong Jun melalui Upacara Jajara Kerhormatandi Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Kerja sama bidang pertahanan antara Indonesia dengan Tiongkok semakin kuat. Saat menerima kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Tiongkok Admiral Dong Jun di Jakarta pada Jumat (21/8), Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, latihan bersama TNI dengan militer Tiongkok bakal ditingkatkan.

”Jadi, kita akan tingkatkan latihan bersama, kita akan tingkatkan sekolah, dan kita akan tingkatkan pertukaran prajurit TNI,” ucap Sjafrie di hadapan awak media.

Pertukaran prajurit itu bukan hanya pada level perwira, Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk melakukan pertukaran prajurit dari level bintara hingga tamtama. Semua itu dilakukan dalam kerangka kerja sama bidang pertahanan, khususnya latihan bersama yang melibatkan kedua negara.

Selain meningkatkan latihan bersama, Indonesia dan Tingkok juga sepakat meningkatkan kemampuan personel militer, menaikan level kerja sama bidang industri pertahanan (inhan). Sjafrie memandang, peningkatan kerja sama itu sebagai langkah maju yang akan berdampak baik bagi kedua negara.

Baca Juga: Demo di Gambir Jakpus Hari Ini, Ratusan Polisi Siaga di Patung Kuda

”Kami juga mengundang Angkatan Bersenjata Tiongkok untuk ikut serta di dalam latihan bersama seperti Heping Garuda yang merupakan salah satu bentuk konkret hubungan antara Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Bersenjata Republik Rakyat Tiongkok,” bebernya.

Menurut Sjafrie, Indonesia dan Tiongkok memiliki kesamaan kebudayaan. Kesamaan itu tidak terpisahkan dengan hubungan kerja sama dan persahabatan di antara kedua negara. Termasuk diantaranya kerja sama bidang pertahanan yang selama ini sudah terjalin. Buktinya, selama 19 tahun Indonesia dan Tiongkok bergandengan tangan.

”Sampai dengan saat ini sudah hampir 2 dekade, tepatnya 19 tahun, hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dong Jun menyatakan bahwa Indonesia dan Tiongkok di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping berada di titik awal yang baru. Dia menyebut, Tiongkok dan Indonesia sebagai komunitas senasib sepenanggungan yang memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan pembangunan.

”Kita memikul tanggung jawab bersama, dan tepat saatnya untuk mempererat kerja sama pertahanan. Kita akan bergandengan tangan, mempercepat pembangunan modernisasi pertahanan nasional, membangun benteng keamanan yang kokoh untuk pembangunan masing-masing,” ujarnya.

Dong Jun menyatakan, kerja sama bidang pertahanan Indonesia dengan Tiongkok sudah berada di level yang berbeda. Untuk itu, dia juga menegaskan komitmen bersama Sjafrie untuk terus meningkatkan hubungan baik tersebut. Dia yakin, Indonesia dan Tiongkok bisa menjaga stabilitas kawasan.

”Kami akan bersama-sama untuk menggagalkan niat yang jahat dari kekuatan asing. Dan memberikan contoh bagi negara-negara Global Selatan untuk melakukan kerja sama model baru di bidang pertahanan. Kedua negara akan memainkan sepenuhnya peran utama mereka sebagai penjaga stabilitas kawasan,” terang dia.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan