JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan menjadikan Bandara Internasional Kertajati sebagai pangkalan dan bengkel pesawat-pesawat TNI AU. Termasuk pesawat angkut dan pesawat tempur.
Bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar), itu akan menambah fasilitas TNI AU.
”Sesuai dengan rencana strategis kita, bahwa kita akan mendapatkan fasilitas Lapangan Udara Kertajati yang akan kita pergunakan untuk kebutuhan pemeliharaan, kebutuhan pangkalan udara, dan juga untuk kebutuhan teknis lain,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, dikutip Kamis (20/8).
Keberadaan fasilitas di Kertajati tetap diperkuat oleh fasilitas yang sudah tersedia di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Baca Juga: Viral Kapal Pesiar Berlogo Kemhan, Ternyata Kantor Berjalan Haji Isam
Dalam operasionalnya, Kemhan mengandalkan perusahaan industri nasional dan industri pertahanan (inhan) dalam negeri. Yakni PTDI dan Garuda Maintenance Facility (GMF).
Menurut Sjafrie, saat ini sudah berlangsung revitalisasi peralatan teknis berkaitan dengan rencana tersebut.
Dengan begitu, kedepan Indonesia akan memiliki inhan yang mampu melakukan pemeliharaan pesawat canggih dan modern. Bukan hanya untuk kepentingan TNI AU, melainkan banyak pihak.
”Ini yang menjadi pemikiran kita ke depan yang juga menjadi konsep dari bapak presiden, bagaimana pengembangan kekuatan pertahanan ini kita tingkatkan dengan menggunakan kemampuan awak teknis yang berasal dari putra-putri bangsa Indonesia sendiri,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa pengembangan aset di Kertajati menjadi bagian dari penguatan fasilitas pendukung TNI AU.
Baca Juga: Lewat Pledoi, Eks Pejabat Kemhan Tolak Seluruh Tuntutan Oditur di Kasus Korupsi Satelit
”Terutama untuk kebutuhan pemeliharaan, dukungan operasional, dan kebutuhan teknis lainnya, dengan Husein tetap menjadi fasilitas pendukung,” imbuhnya.
Khusus untuk pemeliharaan pesawat tempur, kata Rico, menhan menyampaikan hal itu sebagai arah pemikiran ke depan.
Yakni memastikan kemampuan nasional dalam pemeliharaan dan modernisasi pesawat angkut seperti C-130 Hercules semakin kuat.
”Ke depan diharapkan Indonesia juga membangun kemampuan pemeliharaan pesawat tempur secara mandiri. Jadi, hal tersebut merupakan bagian dari visi penguatan kemandirian pemeliharaan alutsista udara nasional,” jelasnya.
Rico menekankan bahwa semangat besar dari langkah strategis yang diambil oleh Kemhan adalah meningkatkan kemampuan SDM dan industri dalam negeri.
Baca Juga: Pleidoi Korupsi Satelit, Eks Pejabat Kemhan Laksma (Purn) Leonardi Ngaku Hanya Diperintah Atasan
Sehingga semakin banyak pemeliharaan alutsista dilakukan oleh SDM lokal Indonesia.