← Beranda
Resmi, Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia Direstui DPR dalam Rapat Paripurna
Syahrul YunizarRabu, 22 Juli 2026 | 00.16 WIB
Kapal induk Giuseppe Garibaldi Dari Italia. (Wikipedia)

 

JawaPos.com - Hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke Indonesia resmi disetujui oleh DPR melalui Rapat Paripurna (Rapur) pada Selasa (21/7). Ketua DPR Puan Maharani telah meminta persetujuan dari seluruh legislator di DPR terkait dengan penerimaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut.

”Sidang Dewan yang kami hormati, selanjutnya kami menanyakan kepada Sidang Dewan yang terhormat, apakah Laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah 1 unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia dapat kita setujui?” tanya Puan disambut persetujuan.

Sebelum mendapat persetujuan, Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono lebih dulu menyampaikan laporan mengenai pembahasan Komisi I DPR bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) terkait dengan hibah tersebut. Menurut dia, penerimaan hibah alutsista dari luar negeri merupakan langkah strategis.

Namun demikian, persetujuan dari DPR dalam konteks tersebut tidak kalah penting. Demi menegakkan prinsip tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berlandaskan hukum, lanjut Budi, pemenuhan ketentuan Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara mutlak dilaksanakan.

Baca Juga: Seorang Prajurit TNI AD Jadi Korban Pembunuhan di Tangsel, Polisi Ringkus 4 Orang Tersangka

”Dimana persetujuan DPR RI menjadi syarat konstitusional yang imperatif bagi setiap penerimaan hibah dari pemerintah atau lembaga asing,” ujarnya.

Budi mengungkapkan bahwa Komisi I DPR sudah mendapatkan tugas konstitusional untuk membahas Surat Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor B/1845/M/VII/2026 tertanggal 7 Juli 2026 ihwal permohonan persetujuan penerimaan hibah alutsista dari Italia tersebut.

​Sebagai bentuk tanggung jawab legislatif, masih kata Budi, Komisi I DPR menyelenggarakan rapat kerja bersama pemerintah yang diwakili oleh jajaran Kemhan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Mabes TNI, dan para kepala staf angkatan pada Senin (20/7).

Usai mendapat penjelasan dari Kemhan, seluruh fraksi di Komisi I DPR menyetujui hibah kapal induk tersebut. Nantinya Giuseppe Garibaldi akan berganti nama dan masuk dalam jajaran armada kapal perang TNI AL. Sejauh ini, pangkalan yang disiapkan berada di Lampung.

”​Komisi I DPR RI secara bulat dan sepakat menyetujui penerimaan hibah alpalhankam dari luar negeri sebagaimana yang dimohonkan dalam Surat Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor B/1845/M/VII/2026 tanggal 7 Juli 2026 berupa 1 unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia,” jelasnya.

Indonesia Bersiap Sambut Kedatangannya pada 20 September 2026

Dalam hitungan bulan Indonesia bakal memiliki kapal induk dari hibah Pemerintah Italia. Komisi I DPR sudah menyetujui proses hibah tersebut. Bila tidak ada perubahan, kapal perang tersebut bakal disambut kedatangannya pada 20 September 2026.

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menegaskan hal itu. Pihaknya turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Italia yang berkenan menghibahkan salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Indonesia. Dia optimistis kapal induk tersebut akan membawa banyak manfaat.

”Komisi I DPR menyetujui hibah 1 unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi senilai 54.022.426,67 sen euro dari Pemerintah Italia kepada Kementerian Pertahanan sebagaimana surat menteri pertahanan kepada ketua DPR RI nomor B/1845/m/VII/2026 tanggal 7 Juli 2026,” kata dia dikutip Selasa (21/7).

Baca Juga: Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair

Meski sudah berumur, Utut menyatakan bahwa setelah menerima kapal induk tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan alutsista itu dapat digunakan sebaik-baiknya. Bahkan dikembangkan dengan kondisi dan situasi saat ini. Sehingga operasionalnya bisa lebih optimal.

”Ini tentu bukan untuk misi perang, lebih mungkin untuk jaga perbatasan di luar dan untuk momen-momen tertentu helikopter mendarat di sana. Kita juga bangga punya (kapal induk) seperti ini,” imbuhnya.

Kemhan Ungkap Progres Pembangunan Pangkalan Kapal Induk Garibaldi Sudah 76 Persen

Direktur Jenderal (Dirjen) Kekuatan Pertahanan (Kuathan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Marsekal Muda TNI Haris Haryanto hibah alutsista strategis itu dilandasi beberapa aturan. Mulai Perpres Nomor 24 Tahun 2013, Permenhan Nomor 35 Tahun 2025, surat dari pihak Italia, sampai kajian penerimaan hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.

Baca Juga: KPK Resmi Tetapkan 3 Orang Tersangka dari OTT Lombok Barat, Termasuk Bupati Lalu Ahmad Zaini

Selain itu, Haris juga mengungkap beberapa hal strategis di balik hibah tersebut. Pertama, untuk pemenuhan kebutuhan kapal induk TNI AL. Kedua, kebutuhan modernisasi untuk memperkuat pertahanan maritim dan operasi kemanusiaan. Ketiga, untuk menjaga kedaulatan dan melindungi wilayah yurisdiksi nasional Indonesia dan melaksanakan misi tanggap darurat kemanusiaan.

”Dari sisi penerimaan kita juga menyiapkan fasilitas pelabuhan yang saat ini disiapkan di Teluk Ratai, Lampung. Proses saat ini telah mencapai 76 persen. Kemudian rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026,” terang dia.

Berkaitan dengan spesifikasi teknis, perwira tinggi bintang dua TNI AU itu mengungkapkan bahwa kapal induk tersebut memiliki panjang lebih kurang 180 meter, lebar 33 meter, draft 8,2 meter, displacement kurang lebih 13,8 ton, kecepatan maksimum 30 knot, dan kecepatan jelajah 20 knot. Kapal itu juga dilengkapi dengan 4 propulsion system gas turbine LM2500.

”Aviation capability, bisa dipakai untuk helikopter maupun pesawat yang mempunyai kemampuan short take-off maupun vertical landing, crew capacity 550 personel. Kemudian memiliki high endurance for extended operation, dimana kapal ini juga mempunyai peran multi-peran sebagai kapal kudar (kapal induk), kemudian sebagai power projection untuk berbagai misi-misi perang,” bebernya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan