JawaPos.com - Bersamaan dengan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Cebu, Filipina, yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, TNI mengerahkan pasukan dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari 3 matra. Termasuk 5 pesawat tempur dan 3 kapal perang.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa TNI menggelar kesiapsiagaan tersebut di wilayah nasional Indonesia, persisnya di Sulawesi Utara pada Jumat (8/5).
”Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan KTT ASEAN di Cebu, Filipina. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi di kawasan ASEAN,” kata dia kepada awak media di Jakarta.
Rico mengungkapkan bahwa pelaksanaan kesiapsiagaan TNI tersebut melibatkan unsur darat, laut, dan udara. Tujuannya untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, serta respons cepat terhadap kondisi darurat.
”Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat,” ucap Rico.
Jenderal bintang satu TNI AD itu pun merinci beberapa alutsista strategis yang dikerahkan oleh TNI dalam pelaksanaan tugas tersebut. Yakni 5 unit pesawat tempur F-16 dari TNI AU, pesawat angkut berat Hercules dan A400M, serta 3 unit kapal perang milik Angkatan Laut Indonesia.
”Ada 5 pesawat F-16, Hercules dan A400M untuk operasi kesiapsiagaan ini, 3 KRI (terdiri atas KRI) Brawijaya, Siliwangi, dan R. E. Martadinata,” jelasnya.
Rico menambahkan, Indonesia memandang stabilitas dan keamanan kawasan sebagai tanggung jawab bersama negara-negara ASEAN. Karena itu, kesiapsiagaan TNI dalam konteks tersebut menjadi bagian dari kontribusi Indonesia untuk mendukung terciptanya situasi kawasan yang aman, kondusif, dan mendukung suksesnya agenda-agenda strategis ASEAN.