← Beranda
Tingkatkan Kerja Sama Militer dan Pertahanan dengan AS Lewat MDCP, Ini Keuntungan Bagi Indonesia
Syahrul YunizarSelasa, 14 April 2026 | 19.41 WIB
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Pentagon pada Senin (13/4) waktu setempat. (Kemhan)

 

JawaPos.com - Pertemuan antara Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon pada Senin (13/4) waktu setempat menghasilkan kesepakatan peningkatan kerja sama militer dan pertahanan.

Kesepakatan itu dituangkan oleh AS dan Indonesia dalam  Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait menyampaikan bahwa MDCP merupakan kerangka panduan untuk memperluas kerja sama pertahanan bilateral secara lebih strategis.

”Di bawah kerangka (MDCP) ini, Indonesia dan Amerika Serikat menjajaki inisiatif-inisiatif yang disepakati bersama, termasuk kerja sama pengembangan kapasitas, teknologi pertahanan generasi berikutnya, peningkatan kesiapan operasional, pendidikan militer profesional, serta penguatan hubungan antarpersonel pertahanan kedua negara,” terang Rico dalam keterangan resmi pada Selasa (14/4).

Untuk Indonesia, kerja sama tersebut tidak ubahnya peluang memperkuat kapasitas pertahanan nasional. Namun demikian, Rico menekankan bahwa semua tetap dilaksanakan dalam koridor politik luar negeri bebas aktif, kepentingan nasional, dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan negara.

Baca Juga: DPR Ingatkan Menhaj soal War Tiket Haji: Jangan Sampai seperti Kasus Eks Menag Yaqut Qoumas

Jenderal bintang satu TNI AD itu menjelaskan, pertemuan antara Hegseth dengan Sjafrie di Pentagon memang fokus pada penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan AS. Kerja sama itu dibangun di atas hubungan bilateral yang saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan.

”Pertemuan ini merupakan line of departure bagi penguatan program International Military Education and Training (IMET), melalui pengembangan capacity building dan human invest dalam bidang pendidikan dan latihan, termasuk untuk pasukan khusus,” jelasnya.

Menurut Rico, materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut sejalan dengan semangat penguatan hubungan pertahanan Indonesia dengan AS yang diarahkan untuk mendukung perdamaian, stabilitas kawasan, serta peningkatan profesionalisme angkatan bersenjata dengan tetap menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing negara.

Diberitakan sebelumnya, pertemuan antara Hegseth dengan Sjafrie menghasilkan peningkatkan kerja sama bidang militer dan pertahanan yang disebut sebagai MDCP. Lewat kerja sama itu, Kedua pihak menyepakati beberapa hal penting. Dengan kerja sama itu pula, hubungan bilateral antara Indonesia dengan AS semakin kuat.

”Kerja sama ini menandakan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita,” kata Hegseth dikutip dari laman resmi Departemen Perang AS.

Kedua pihak menyepakati kerja sama tersebut dengan tetap menghormati kedaulatan nasional masing-masing negara. Selain itu kerja sama yang disepakati oleh Hegseth dan Sjafrie mencakup organisasi militer dan pembangunan kapasitas, pelatihan dan pendidikan militer profesional, serta latihan dan kerja sama operasional.

”Kunjungan anda (Sjafrie ke Pentagon) menunjukkan pentingnya Departemen Perang (AS) menempatkan hubungan keamanan yang terus berkembang dengan Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga: 3 Kepala Daerah di Jatim Terjaring OTT KPK, Ini Respons Gubernur Khofifah

Dalam keterangan yang sama, Sjarie mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki keinginan kuat untuk terus membangun dan mengembangkan kerja sama pertahanan dengan AS. Tidak hanya untuk saat ini, Indonesia ingin kerja sama yang berkelanjutan antara kedua negara. Untuk itu, dia datang langsung ke Pentagon dan bertemu dengan Hegseth.

”Kami bekerja sama atas nama saling menghormati dan saling menguntungkan,” ucap Sjafrie.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan