← Beranda
Kondisi 3 Prajurit TNI Anggota UNIFIL yang Terluka di Lebanon Selatan Semakin Membaik
Syahrul YunizarJumat, 3 April 2026 | 01.31 WIB
Ilustrasi rantis yang digunakan prajurit TNI yang bertugas bersama UNIFIL di Lebanon. (Istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan kondisi 3 prajurit TNI yang mengalami luka berat, saat bertugas dalam misi menjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan semakin membaik.

Mereka mendapatkan perawatan yang optimal di Beirut usai menjadi korban serangan saat bertugas. 

”Dari 3 prajurit yang dirawat di rumah sakit Beirut, saat ini sekarang sudah membaik sudah dalam kondisi yang stabil dari yang sebelumnya,” terang Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait pada Kamis (6/2).

Rico juga menyampaikan bahwa jenazah 3 prajurit TNI yang gugur dalam tugas bersama UNIFIL bakal diterbangkan ke Indonesia pekan ini.

Baca Juga: Israel Bantah Serang Pasukan UNIFIL, Indonesia Murka di Sidang DK PBB

Berdasar informasi dari Kemhan, ketiga jenazah tersebut diterbangkan dari Beirut ke Jakarta untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.

”Pada sore hari ini, tanggal 2 april 2026, saya mengupdate perkembangan tentang jenazah dari pada prajurit TNI yang sudah gugur di UNIFIL. Saat ini (jenazah) sudah berada di Rumah Sakit yang berada di Lebanon dan sedang pemulasaraan jenazah,” terang Rico.

Menurut Rico, jenazah ketiga prajurit TNI itu akan diberangkatkan dari Lebanon Jumat (3/4) atau Sabtu (4/4).

Kepastian pengiriman ketiga jenazah tersebut dari Lebanon ke Jakarta bergantung pada jadwal penerbangan. Mengingat saat ini tidak banyak penerbangan dari Timur Tengah.

”Pemberangkatan kemungkinan kalau nggak hari Jumat akan dilaksanakan hari Sabtu karena minimnya penerbangan yang sedang ada saat ini di daerah konflik di (wilayah negara) Teluk. Sehingga update berikutnya akan kami sampaikan setelah ada kepastian kepulangan dari jenazah tiga prajurit TNI yang telah gugur,” ujarnya.

Baca Juga: PBB Selidiki Serangan yang Sebabkan Gugurnya Personel TNI di UNIFIL

Diberitakan sebelumnya, pada Senin (30/3), Mabes TNI merilis data-data prajurit TNI yang terdampak konflik tersebut.

Yakni Praka Farizal Rhomadhon yang dinyatakan gugur serta Praka Rico Pramudia yang dilaporkan menderita luka berat.

Selain itu ada Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.

”Dalam penanganan, dua orang prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. Sementara itu, satu orang prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut,” kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.

Pada Selasa (31/3), Kementerian Pertahanan (Kemhan) sudah memastikan bahwa jumlah prajurit TNI yang meninggal dunia di tengah misi menjaga perdamaian dunia bertambah menjadi 3 orang.

Baca Juga: TNI Gugur di Lebanon, Sekjen PBB Kecam Keras Serangan ke Pasukan UNIFIL

Selain Praka Farizal, Kapten Infanteri Zulmi dan Sertu Ikhwan juga dinyatakan gugur.Selain itu, Kemhan menyatakan bahwa 2 prajurit lainnya mengalami luka berat.

Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut.

Dia menyatakan bahwa insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut, dan hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL.

 

EDITOR: Bayu Putra