JawaPos.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memperingatkan jajaran Kemenhaj agar tidak bermain-main dalam tugasnya. Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah cukup jadi bukti kinerja.
Hal itu didampaikan Dahnil saat melakukan inspeksi mendadak ke kantor Kemenhaj Jaktim, Senin (10/8). Di awal sidak, ia mendapati ruang kepala kantor kemenhaj Jaktim masih terkunci.
Dia pun mempertanyakan posisi sang kepala kantor kepada para staf, dan hanya dijawab bahwa masih dalam perjalanan.
“OTW jam segini? (sudah) jam setengah 10, masuk jam berapa,” ucapnya dengan nada kesal.
Baca Juga: Tim Hukum Yaqut Bantah KPK Sita Uang Rp 100 Miliar Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
Dia mengingatkan para staf Kemenhaj Jaktim bahwa kantor mereka melayani jamaah yang besar, mencapai 2.800 orang.
Namun, justru dengan jumlah jamaah yang besar, temuan dugaan penyimpangan juga paling banyak.
Beberapa tahun terakhir, BPK mendapati sejumlah temuan dugaan penyimpangan pelayanan haji di Kemenhaj Jaktim.
“Di sini paling banyak kasus ditemukan BPK, KPK, itu kasus pelimpahan porsi, kasus (manipulasi) mahram, di sini paling banyak kecurangan,” lanjutnya.
Dahnil mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya turun langsung untuk memeriksa pelayanan dan memberikan peringatan kepada seluruh jajaran.
Baca Juga: Eks Menag Yaqut Cholil Didakwa Rugikan Negara Rp 622 Miliar dan untung Rp 4,8 Miliar dari Kasus Haji
“Saya sengaja datang langsung untuk memastikan pelayanan kepada jemaah benar-benar berjalan sebagaimana mestinya,” jelas mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.
Menurut Dahnil, sejak awal ia bersama Menhaj Mochamad Irfan Yusuf telah memberi arahan agar transformasi penyelenggaraan haji tidak berhenti pada perubahan kelembagaan, namun diikuti perubahan budaya kerja dan integritas aparatur.
Dia mengingatkan, Kemenhaj akan menjadi rumah bagi aparatur yang siap berubah dan memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji dan umrah.
“Tetapi bagi siapa pun yang masih mempertahankan budaya lama dan bermain-main dengan hak jamaah, silakan keluar,” jelasnya.
Dia memastikan tidak ada toleransi terhadap praktik percaloan, manipulasi administrasi, pungutan tidak sah, maupun penyalahgunaan kewenangan dalam pelayanan haji.
Baca Juga: Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Sidang Kasus Kuota Haji, Akui Tawakal Serahkan pada Allah
Setiap laporan masyarakat dan temuan pemeriksaan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya awasin khusus Jaktim. Paling banyak kecurangan di sini. (Manipulasi) mahram segala macam ada di sini,” tegas Dahnil.
“Jamaah datang ke kantor Kemenhaj untuk mendapatkan pelayanan dan kepastian, bukan untuk menjadi objek transaksi. Karena itu, tidak boleh ada satu pun pihak yang mengambil keuntungan dengan mempermainkan hak jamaah,” pungkasnya.