JawaPos.com – Penyelenggaraan haji tahun ini mencatatkan rekor baru dalam hal kepuasan jamaah haji. Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2026 mencapai 91,45 persen.
Capaian itu tak hanya masuk kategori sangat memuaskan, namun juga menjadi rekor tertinggi kepuasan sepanjang sejarah penyelenggaran haji.
Sementara itu, Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka 83,28 persen dengan kategori memuaskan.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf mengatakan, hasil survei BPS menjadi tolok ukur objektif bahwa reformasi penyelenggaraan haji berjalan sesuai jalurnya.
Baca Juga: BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Haji Lewat Layanan Digital dan Pertumbuhan Bisnis Syariah
“Peningkatan kualitas layanan tidak hanya dirasakan oleh jamaah, tetapi juga dibuktikan oleh hasil pengukuran independen dari BPS,” kata Menhaj di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (6/8).
Menurut Menhaj, penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya kemenhaj mengelola sepenuhnya.
Meski hanya memiliki waktu persiapan sekitar empat bulan, operasional haji berjalan dengan baik melalui sinergi sekitar 7.000 aparatur di seluruh Indonesia bersama pemerintah Arab Saudi dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain itu, transformasi yang dijalankan pemerintah tidak berhenti pada aspek operasional, tetapi menyentuh reformasi kebijakan yang langsung berdampak bagi jemaah.
Dua tahun terakhir misalnya, pemerintah mampu menurunkan biaya haji hingga Rp 6 juta.
Baca Juga: Indeks Kepuasan Haji 2026 Capai 83,28%, Menhaj Terus Meningkatkan Layanan
Disiapkan pula kontrak layanan tahun jamak (multi years contract) untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kualitas layanan.
Selain itu, persiapan operasional dimulai jauh lebih awal, serta menghapus skema pelunasan tunda ganti agar proses pelunasan lebih sederhana, pasti, dan memberikan kepastian bagi calon jamaah.
Transformasi lainnya adalah penataan alokasi kuota berbasis provinsi agar distribusi lebih proporsional dan berkeadilan serta masa tunggu seragam.
Lalu ada perluasan layanan Makkah Route (fast track) dengan menambahkan Makassar sebagai lokasi baru, sehingga proses keimigrasian semakin cepat.
Serta penambahan embarkasi baru untuk mendekatkan akses keberangkatan dan mengurangi beban perjalanan jamaah dari daerah.
Baca Juga: Kemenhaj Targetkan Indonesia jadi Pemasok Utama Kebutuhan Haji Dunia
“Seluruh pembenahan ini memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan layanan haji yang semakin mudah, semakin cepat, semakin adil, dan semakin berpihak kepada jemaah,” ujar Menhaj.
Meski Tingkat kepuasan tinggi, Menhaj menegaskan tetap ada evaluasi menyeluruh untuk penyelenggaraan haji tahun ini.
Terutama pada layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), implementasi istithaah kesehatan, serta tata kelola layanan pada musim haji berikutnya.
“Penyelenggaraan haji harus semakin profesional, semakin efisien, semakin transparan, dan yang terpenting semakin memudahkan jemaah,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong transformasi haji agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Baca Juga: Menhaj Minta 3 Kakanwil Kemenhaj yang Baru Segera Jalankan Program Haji
Di antaranya melalui penguatan ekosistem haji, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta optimalisasi manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia.
“Cita-cita kami sederhana, setiap tahun kualitas pelayanan harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Transformasi haji harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh jemaah Indonesia,” imbuhnya.