JawaPos.com – Kehadiran Menteri haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Sorong, dimanfaatkan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu untuk mengusulkan pemmbentukan embarkasi haji baru.
Target awal adalah membentuk embarkasi antara di Sorong, untuk mempermudah pelayanan keberangkatan jamaah haji dari wilayah Papua, terutama Papua Barat Daya.
"Sehingga seluruh proses administrasi, seperti pemeriksaan dokumen, paspor, dan tahapan keberangkatan jamaah dapat diselesaikan di Sorong tanpa harus menginap di Makassar," katanya di Sorong, Sabtu (18/7) sebagaimana dilansir dari Antara.
Dia mengatakan selama ini jamaah haji dari tanah Papua masih harus transit dan menjalani berbagai tahapan administrasi di embarkasi Makassar, sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Baca Juga: Kemenhaj Usulkan Anggaran Rp 4 Triliun untuk DP Operasional Haji 2027
Karena itu, Pemprov Papua Barat Daya terus menyiapkan berbagai infrastruktur untuk mendukung pembentukan embarkasi haji antara. Salah satunya adalah mengembangkan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong.
Pengembangan bandara diawali dengan rencana penambahan terminal penumpang guna meningkatkan kapasitas pelayanan.
"Langkah tersebut telah dibahas bersama pemerintah pusat sebagai bagian dari persiapan menuju operasional embarkasi antara," lanjutnya.
Selain itu, landasan pacu Bandara DEO akan diperpanjang sekitar 600 meter agar dapat didarati pesawat berbadan lebar untuk penerbangan haji langsung ke Arab Saudi.
"Jangka panjangnya kami ingin penerbangan haji dapat langsung berangkat dari Sorong menuju Tanah Suci, karena Bandara DEO juga telah berstatus bandara internasional," imbuhnya.
Sebelumnya, Menhaj Irfan Yusuf menjelaskan bahwa pembukaan embarkasi baru, termasuk di Sorong, pada prinsinya memungkinkan.
Yang terpenting calon embarkasi itu memenuhi dua syarat utama. Pertama, jamaah haji yang dilayani berjumlah minimal 4.000 orang dalam satu musim haji.
"Yang kedua, apakah bandara di situ siap kemampuannya untuk diterbangi oleh pesawat besar," ujarnya. Bila keduanya terpenuhi, tidak ada alasa untuk menolak pembentukan embarkasi baru.
Terkait target membentuk embarkasi antara, menhaj memastikan masih memungkinkan. Namun, pihaknya harus melakukan koordinasi lintas Kementerian.
"Pertama tentu dengan imigrasi. Apakah siap untuk membawa timnya ke asrama haji antara kita. Kemudian bea cukai siap nggak untuk itu. Dan berbagai pihak terkait ini,” imbuhnya.
Baca Juga: Penyelenggaraan Haji Indonesia Libatkan Banyak Pihak, Dubes Saudi Beri Apresiasi